Breaking News:

Berita Regional

Saya Takut Dipukuli sampai Mati, Makanya Saya Teriak

“Saya sudah tidak tahan dengan perlakuan kasar suami saya. Dia bahkan kerap tuduh saya gelapkan perhiasan emas milik kami,” ungkap Yovi.

TRIBUNPAKANBARU.COM
Ilustrasi penganiayaan. 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Seorang wanita warga Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Yovi Baun (46), melaporkan suaminya, TO (46), ke Kepolisian Sektor Kelapa Lima.

YoviBaun yang keseharian bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) ini melaporkan suaminya ke polisi atas kasus penganiayaan yang dialaminya.

Menurut Yovi, suaminya yang bekerja buruh serabutan itu, kerap menganiaya hingga menyebabkan luka di sekujur tubuh.

Helmy Yahya: Kalau Mau Sukses Jangan Sombong, Kecuali Ahmad Dhani

Zaskia Sungkar Beberkan Fakta Kehamilannya, Istri Irwansyah Bantah Rumor yang Beredar

Inilah 4 Sosok Berpeluang Maju Pilpres 2024. Yunarto Wijaya: Biasanya Muncul Sosok Tak Terduga

Tak Tega Lihat Struk dan Wajah Driver Ojol yang Pucat, Polisi Patungan Bayar Orderan Fiktif

“Saya sudah tidak tahan dengan perlakuan kasar suami saya.

Dia bahkan kerap tuduh saya gelapkan perhiasan emas milik kami,” ungkap Yovi Kepada sejumlah wartawan, Jumat (29/5/2020).

Kasus penganiayaan, lanjut Yovi, bermula ketika dia baru selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah majikannya.

Setelah itu, ia pulang ke rumah menyiapkan makan bagi suami dan anak.

Saat tiba di rumah, sang suami justru marah dan menuduhnya menggelapkan perhiasan emas.

“Saya takut dipukul sampai mati, makanya saya teriak.

Untung ada tetangga yang datang melerai dan bawa saya ke rumah sakit,” kata Yovi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved