Haji 2020 Batal

Sedihnya Pasangan Suami Istri Ini Gagal Berangkat Haji Padahal Tinggal Menghitung Hari Keberangkatan

Pasangan suami istri asal Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal, Sri Murniati (45) dan Sarnoto (50) mengaku sedih lantaran tidak jadi be

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
TUNJUKKAN PAKAIAN IHRAM: Sri dan Sarnoto warga Kebonadem Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal menunjukkan pakaian ihram yang sudah dipersiapkan untuk menunaikan haji, Selasa (2/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pasangan suami istri asal Desa Kebonadem Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal, Sri Murniati (45) dan Sarnoto (50) mengaku sedih lantaran tidak jadi berangkat haji 2020.

Hal tersebut lantaran Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama mengumumkan tidak akan memberangkatkan haji pada tahun 2020.

Padahal, kedua pasangan 3 anak tersebut tinggal menghitung hari pemberangkatan.

Sejam Sebelum Meninggal, Wakapolres Purbalingga Video Call Kakak Kandungnya

Penampakan Pocong Gegerkan Warga Purbalingga, Polisi hingga Ahli Spiritual Ikut Memburu

Wakapolres Purbalingga Kompol Widodo Ponco Sedianya Minggu Depan Mutasi ke Polda Jateng

Isi 3 Surat Wasiat Siti Julaekah, Wanita yang Bunuh Diri di Hotel di Semarang, 1 Surat untuk Suami

Persiapan pun sudah matang hingga oleh-oleh yang nantinya dibagikan kepada saudara maupun tetangga sudah dibeli.

Ditemui di kediamannya, Sri mengatakan, ia dan suami sesuai jadwal berangkat pada 23 Juni mendatang.

Jadwal tersebut sudah dinantikan sejak melakukan pendaftaran 2011 lalu.

Ia mengaku sempat senang lantaran jadwal berangkat ke tanah suci bisa dilaksanakan pada 2019.

Karena terkendala beberapa hal, jadwal tersebut harus mundur di tahun 2020 dan kembali diundur hingga 2021 mendatang.

"9 tahun saya menunggu dan dua kali mundur dari jadwal," terangnya di Kendal, Selasa (2/6/2020).

Kata Sri, segala persiapan baik lahiriah dan batiniah sudah dilakukan.

Katanya, ia bersama suami tinggal menunggu pemberangkatan saja.

Bahkan pasangan itu tetap harus menjalani suntik miningitis di Puskesmas setempat sebagaimana jadwal yang telah ditentukan.

"Besok tetap saya dan bapak suntik miningitis.

Jadi pelunasan kan sudah dan dapat pakaian ihram, kita sepakat untuk menundanya di tahun 2021 sebagaimana anjuran pemerintah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved