Breaking News:

Berita Tegal

Syarat Pembukaan Rumah Ibadah di Masa New Normal, Wawali Tegal Jumadi: Tidak Akan Dipersulit

Kantor Kementerian Agama Kota Tegal menyosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama RI No 15 Tahun 2020 tentang Panduan

IST
Sosialisasi panduan peribadatan di rumah ibadah oleh Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi (kiri) dan Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal Achmad Farhan (dua dari kiri) kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal, Selasa (2/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kantor Kementerian Agama Kota Tegal menyosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama RI No 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

Sosialisasi tersebut disampaikan kepada jajaran seluruh tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kantor Kemenag Kota Tegal, Selasa (2/6/2020).

Hadir dalam sosialisasi tersebut Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, Ketua MUI Kota Tegal KH Abu Chaer Annur, dan jajaran Forkopimda di Kota Tegal.

Sejam Sebelum Meninggal, Wakapolres Purbalingga Video Call Kakak Kandungnya

Penampakan Pocong Gegerkan Warga Purbalingga, Polisi hingga Ahli Spiritual Ikut Memburu

Wakapolres Purbalingga Kompol Widodo Ponco Sedianya Minggu Depan Mutasi ke Polda Jateng

Isi 3 Surat Wasiat Siti Julaekah, Wanita yang Bunuh Diri di Hotel di Semarang, 1 Surat untuk Suami

Kepala Kantor Kemenag Kota Tegal, Achmad Farhan mengatakan, kegiatan peribadatan yang bersifat massal di tempat ibadah diperbolehkan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Ia mengatakan, pertama rumah ibadah yang dibolehkan menyelenggarakan kegiatan berjamaah adalah yang berdasarkan fakta di lapangan berada di lingkungan yang aman dari Covid-19.

Hal itu ditunjukan dengan surat keterangan rumah ibadah aman Covid-19 dari ketua gugus provins, kabupaten, kota, atau Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah.

Selian itu pengurus rumah ibadah mengajukan permohonan surat keterangan bahwa kawasan atau lingkungan rumah ibadahnya aman dari Covid-19 secara berjenjang kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 sesuai tingkatan rumah ibadah.

Adapun rumah ibadah yang memiliki kapasitas daya tampung besar dengan mayoritas jamaah dari luar kawasan dapat mengajukan surat keterangan aman Covid-19 langsung kepada pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut.

Menurut Farhan, dalam pelaksanaanya pengurus rumah ibadah juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain melakukan disinfeksi atau pembersihan di area tempat ibadah secara rutin.

Menyediakan fasilitas cuci tangan di pintu masuk atau keluar, mewajibkan penggunaan masker bagi jamaah, menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh, menerapkan pembatasan jarak minimal 1 meter dan mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi kesempurnaan beribadah.

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved