Wabah Virus Corona

Sholat Jumat Digelar 2 Gelombang? Begini Tanggapan NU dan Muhammadyah

Sejumlah organisasi Islam di Jawa Barat memiliki pandangan masing-masing mengenai salat Jumat di tengah penerapan new normal

Tribun Jateng/ Dhian Adi Putranto
Sholat jumat di Masjid Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Sejumlah organisasi Islam di Jawa Barat memiliki pandangan masing-masing mengenai salat Jumat di tengah penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung memberikan relaksasi kepada sektor keagamaan dengan mengizinkan menggelar salat Jumat dan salat fardu berjemaah di masjid.

Pelaksanaan salat fardu dan salat Jumat harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan jumlahnya dibatasi hanya 30 persen dari kapasitas masjid.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Tungku Peleburan Biji Besi Meledak, Ento Tewas Terlempar 10 Meter

Gara-gara Ini Kedai Kopi Milik WNI di Amerika Lolos dari Penjarahan Demo Kematian George Floyd

Ini Penyebab Jumlah Pasien Positif RSUP Kariadi Semarang Mengalami Penurunan Pesat

Suasana Pernikahan Mualaf Fitria Yusuf Putri Jusuf Hamka Penjual Nasi Kuning dan Bos Perusahaan Tol

Wakil Ketua Muhammadiyah Jawa Barat, Dadang Syaripudin, mengatakan, Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah memberikan arahan bahwa di tengah kondisi yang belum sepenuhnya aman, lebih baik salat Jumat masih tetap diganti dengan salat Zuhur.

"Kaitan dengan salat Jumat juga sama, jadi tidak ada kewajiban jumat, kembali pada kewajiban salat Zuhur. Ini sangat beralasan," ujar Dadang saat dihubungi, Rabu (3/6/2020).

Ia mengaku tidak sepakat dengan konsep salat Jumat yang dibagi menjadi dua gelombang karena alasan pembatasan jumlah jemaah 30 persen dari kapasitas masjid dan harus menerapkan physical dan social distancing saat ini.

"Kesimpulannya menolak konsep salat Jumat dibuat dua gelombang.

(Alasannya) ya, tadi, adanya kewjiban salat Jumat itu kalau semua orang yang wajib salat Jumat memungkinkan untuk salat Jumat.

 Ketika tidak memungkinan seluruhnya serempak dalam satu waktu dan tempat, maka tidak ada tuntutan untuk salat Jumat. Jadi kembali ke tuntunan salat Zuhur," katanya.

Pun demikian dengan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved