Berita Perbankan

Tren Penurunan Bunga Deposito Perbankan Diyakini bakal Berlanjut

Tren penurunan bunga deposito perbankan terus berlanjut, sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI

IST
ilustrasi suku bunga flat 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Tren penurunan bunga deposito perbankan terus berlanjut, sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-day reverse repo rate (7DRR) dalam beberapa periode terakhir.

BI sejak pertengahan Maret 2020 lalu sudah menurunkan BI-7DRR sebanyak 150 bps menjadi 4,5 persen. Penurunan bunga deposito pun kian besar. Merujuk data analisis uang beredar BI, suku bunga simpanan berjangka menurun di seluruh jenis tenor.

Suku bunga simpanan berjangka 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan menurun dari masing-masing 5,76 persen, 6,09 persen, 6,42 persen, dan 6,60 persen pada Maret 2020 menjadi 5,96 persen, 5,92 persen, 6,31 persen, dan 6,52 persen pada April 2020. Hanya bunga deposito tenor 24 bulan saja yang tercatat stabil di 7,32 persen.

Pun, dibandingkan dengan April 2019 penurunan bunga deposito juga cukup besar. Semisal untuk tenor 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan yang sudah turun masing-masing 91 bps, 105 bps, dan 35 bps.

Sejumlah bankir menyebut tren penurunan deposito akan terus berlanjut. Hanya saja, hal itu tidak dalam tempo singkat, lantaran persaingan bunga deposito perbankan sempat meningkat akibat adanya potensi pengetatan likuiditas di tengah pandemi covid-19.

"Tren bunga menurun, tapi tidak terlalu tajam, karena mempertimbangkan nasabah ada pilihan bunga deposito yang lebih tinggi di bank lain," kata Direktur Tresuri dan Internasional PT Bank Mandiri Tbk, Darmawan Junaidi, kepada Kontan, Rabu (3/6).

Tetapi, menurut dia, ke depan bisa dipastikan bunga deposito bakal melandai. Sebab, kondisi likuiditas di pasar saat ini sudah terus bertumbuh, sejalan dengan upaya pengendalian likuiditas oleh bank sentral.

Sebagai gambaran, merujuk data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) BI per 29 Mei 2020, bunga deposito Bank Mandiri tertinggi ada di tenor 3 dan 6 bulan, yakni sebesar 6,5 persen dan 6,25 persen.

Posisi itu relatif meningkat dari rata-rata bunga deposito per akhir Januari 2020 sebesar 6 persen dan 5,6 persen untuk tenor yang sama.

Sementara dibandingkan dengan posisi akhir April 2020, rata-rata bunga deposito Bank Mandiri tenor 3 dan 6 bulan naik sekitar 70-115 bps.

Penyesuaian

Senada, Wealth Management Head PT Bank OCBC NISP Tbk, Juky Mariska juga memprediksi bunga deposito bakal menurun. Hal itu sejalan dengan melonggarnya likuiditas bank dan adanya proyeksi penurunan suku bunga acuan BI.

"OCBC NISP akan melakukan penyesuaian bunga deposito dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti likuiditas, kondisi industri, dan kebijakan suku bunga acuan," terangnya.

Adapun, bunga deposito OCBC NISP dalam sebulan terakhir terbilang stabil. Posisi per 29 Mei 2020 rata-rata bunga tenor 6 bulan dan 12 bulan ada di level 5,18 persen dan 5,5 persen, turun dari 5,4 persen dan 5,3 persen dari posisi akhir April 2020.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved