Berita Internasional

Upacara Memorial George Floyd Berjalan Damai, Ini Tuntutan Sang Kakak untuk Chauvin Si Pembunuh

Pada Kamis (4/6/2020) upacara mengenang atau memorial service pertama bagi mendiang George Floyd dilaksanakan di Kampus North Central University

(AP/Bebeto Matthews)
Peti mati George Floyd dibawa ke sebuah mobil jenazah setelah upacara peringatan untuk Floyd di North Central University, Kamis, 4 Juni 2020, di Minneapolis. 

TRIBUNJATENG.COM - Pada Kamis (4/6/2020) upacara mengenang atau memorial service pertama bagi mendiang George Floyd dilaksanakan di Kampus North Central University (NCU), Minneapolis, Amerika Serikat.

Berdasarkan rilis dari KJRI Chicago, acara itu dihadiri oleh para keluarga Floyd, kerabat, beberapa tokoh dan pejabat seperti Gubernur Minnesota Tim Walz, Wali kota Minneapolis Jacob Frey, dan tokoh pegiat hak sipil Jesse Jackson, Pendeta Al Sharpton, Senator Amy Klobuchar, Anggota Dewan Ilhan Omar dan Martin Luther King III, juga kalangan selebritas seperti aktris Tiffany Haddish, komedian Kevin Hart dan rapper Ludacris.

Di dalam rangkaian acara memorial itu, Pendeta Al Sharpton menyampaikan bahwa selama lebih dari 400 tahun kaum kulit hitam telah termarjinalkan.

2 Orang Ditangkap Terkait Gajah Hamil Mati Setelah Makan Buah Nanas Berisi Petasan

Reza Arap Bakal Hapus Video & Lagu Lathi di Semua Platform Jika Tuduhan Pemuka Agama Malaysia Benar

2 Kali Gempa Besar Terjadi Hari Ini, Magnitudo 7,1 dan 5, Begini Penjelasan BMKG

Kisah Ibu dan Anak Terpisah di Hongkong Akhirnya Dipertemukan di Surabaya

Dia mengecam aksi rasisme yang kerap terjadi, terutama di bidang layanan kesehatan dan pendidikan. Dia juga menuntut adanya perbaikan akuntabilitas dalam sistem penegakan hukum di AS.

Setelah berpidato, Pendeta Sharpton mengajak hadirin untuk mengheningkan cipta selama 8 menit 46 detik, durasi saat polisi Derek Chauvin menindih leher George Floyd dan menewaskan pria itu.

Sementara itu, pengacara keluarga Floyd, Benjamin Crump atau akrab dipanggil Ben Crump menekankan bahwa warga AS tidak menginginkan adanya 2 sistem keadilan di AS, yaitu sistem untuk warga kulit putih dan kulit hitam yang terpisah.

 Crump juga menuntut kesetaraan dalam proses hukum bagi warga kulit hitam. Dia dalam sambutannya menambahkan, "George Floyd tidak dibunuh oleh Covid-19 melainkan oleh pandemi yang sangat familiar bagi kita; rasisme dan diskriminasi."

Sementara itu, adik dari George Floyd, Philonese turut menyatakan bahwa Floyd telah menyentuh hati semua orang.

Dia mengharapkan adanya keadilan bagi mendiang kakaknya itu.

Upacara memorial itu juga dihadiri ratusan massa yang berkumpul di tengah kota Minneapolis, yakni tempat terbunuhnya George Floyd.

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved