Breaking News:

PKM Kota Semarang

Wali Kota Semarang: Kalau Warga Tak Juga Disiplin, Maka PSBB Adalah Alternatif

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa menjadi alternatif untuk diberlakukan di kota

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait perpanjangan PKM di kota yang dipimpinnya usai melakukan rapat, Sabtu (6/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa menjadi alternatif untuk diberlakukan di kota yang dipimpinnya dengan sejumlah alasan.

Sejak awal, Hendi memilih menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PKM dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Semarang.

PKM sendiri menurutnya merupakan jalan tengah untuk mengakomodasi dua sisi, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Mantan Kapolri & 2 Relawan Jokowi Duduki Kursi Komisaris BUMN Waskita Karya yang Baru

Keluarga Jemput Paksa Jenazah PDP dari Rumah Sakit, Ternyata Hasil Swab Positif Corona

BREAKING NEWS: Pasar Karangayu Semarang Ditutup Tiga Hari setelah 3 Pedagang Positif Corona

Dirreskrimum Tukar Posisi dengan Dirreskrimsus Polda Jateng

Hendi berharap masyarakat juga bisa semakin disiplin menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan yang sudah disosialisasikan.

Ia melihat selama ini masih ada warga yang kurang memperhatikan anjuran pemerintah dan berkegiatan yang terkesan seperti tidak ada Covid-19 di Kota Semarang.

“Kalau warganya tidak juga kunjung berdisiplin, maka PSBB adalah alternatif,” ujar Hendi ketika ditemui di 5th Avenue Kota Semarang oleh awak media usai rapat pembahasan Perwal terkait PKM bersama forkompinda dan pejabat, Sabtu (6/6/2020) kemarin.

Ia menerangkan bahwa tren kasus Covid-19 yang meningkat beberapa waktu terakhir ini bukanlah satu-satunya acuan untuk adanya potensi penerapan PSBB.

“Kalau tren meningkat karena memang kita lakukan tes swab dan rapid secara masif di banyak titik,” imbuhnya.

Pengaruh besar angka kasus Virus Corona yang meningkat menurutnya juga datang dari dibukanya moda transportasi darat, laut dan udara sejak Mei 2020 lalu.

“Supaya bisa turun (angka kasus Covid-19) ya kita inginnya semua ditutup saja lalu disterilkan, namun kan tidak memungkinkan karena ada warga kita yang kerja di pabrik yang harus kita amankan,” terang Hendi.

Halaman
12
Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved