Berita Batang
Dampak Pandemi Covid-19, Industri Kakao di Batang Tunda Ekspor Perdana
Selain karena tengah lockdown, harga pasaran coklat saat ini sedang anjlok hingga 40 persen dari harga sebelumnya
Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Adanya pandemi virus corona (Covid-19), Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) Kabupaten Batang harus menunda ekspor perdana.
"Seharusnya kami bisa ekspor bulan kemarin, tapi terpaksa ditunda karena memang semua negara termasuk di Eropa sedang lockdown tapi target ekspor tetap tahun ini," tutur General Manager PPKIPKT Batang, Nur Muhib saat ditemui di kantornya, Rabu (10/6/2020).
Selain karena tengah lockdown, harga pasaran coklat saat ini sedang anjlok hingga 40 persen dari harga sebelumnya.
"Sebenarnya permintaan masih ada, tapi kami belum berani untuk ekspor karena harga pasaran produk olahan kakao juga saat ini masih anjlok, jadi lebih baik kami simpan menunggu situasi dan harga stabil," jelasnya.
Untuk stok produk olahan kakao, pihaknya sudah menyiapkan 60 Ton siap ekspor dengan target pangsa pasar di Eropa.
"Stok siap ekspor sudah ada 60 Ton, semuanya sudah melalui ujicoba pembuatan olahan seperti butter dan coklat.
Semua kami bikin dengan standar kelas Eropa sehingga untuk kualitas sudah siap bersaing," jelasnya.
Sementara untuk produksi sendiri, saat ini sedang masa panen raya kakao dengan hasil 8 Ton sampai 11 Ton perhari.
"Ini masih masa panen raya berlangsung kurang lebih tiga bulan, mulai pertengahan Mei nanti sampai Juli sehari bisa 8 sampai 11 Ton tapi untuk pengolahan kami baru mulai perlahan kembali karena ada beberapa kendala dampak dari pandemi ini," pungkasnya.(din)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/proses-pemilahan-kakao-di-gudang-penyimpa.jpg)