Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

New Normal 2020

Hendi Belajar Sejarah Wabah Kolera

Pada tahun 1821 Kota Semarang pernah dilanda pandemi kolera. Merunut catatan sejarah, waktu itu, hanya dalam waktu 11 hari terdapat 1.225 warga

ISTIMEWA
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi perpanjang PKM hingga 21 Juni 2020 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pada tahun 1821 Kota Semarang pernah dilanda pandemi kolera. Merunut catatan sejarah, waktu itu, hanya dalam waktu 11 hari terdapat 1.225 warga Kota Semarang meninggal dunia karena kolera.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan, kasus pandemi kolera kemudian meluas ke berbagai daerah di pulau Jawa, dan kemudian menjadi salah satu pemicu terjadinya Perang Jawa, atau Perang Diponegoro.

Dikatakan oleh Hendi, jika menggunakan pendekatan historis, memandang kasus COVID-19 dapat juga dilakukan dengan merujuk sejarah pandemi kolera tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu, saat didapuk sebagai salah satu pembicara Webinar Bulan Bung Karno 2020 yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan, Selasa (9/6).

Hendi menyebutkan, pada saat terjadi wabah kolera, masyarakat yang mengalami masa sulit karena tekanan wabah, harus terbebani juga oleh sistem pajak yang dibuat oleh pemerintah kolonial, untuk meningkatkan pemasukan yang turun.

Alhasil timbul pemberontakan, yang dimulai dari perlawanan Pangeran Diponegoro untuk membatalkan pajak.

Dengan merujuk pada catatan-catatan sejarah tersebut, Hendi kemudian mengeluarkan kebijakan keringanan pajak dan retribusi di Kota Semarang. Dia menegaskan, meski pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota

Semarang menurun drastis, namun nilai-nilai keadilan sosial tetap harus dikedepankan.

Maka dari itu Wali Kota Semarang yang juga Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang itu menegaskan bahwa dalam penanganan kasus corona, Pemkot Semarang selalu menimbang dari dua sisi, yaitu medis dan ekonomi.

"Bantuan sosial didistribusi, retribusi PKL dan Rusunawa kita gratiskan, retribusi pasar diskon 50%, tarif PDAM diskon 20% semua golongan, PBB diskon sampai 15%, dan pajak pendapatan juga kita beri penundaan pembayaran," terang Hendi.

"Kemungkinan New Normal yang nanti akan berjalan di bangsa kita, juga sebenarnya sama dengan PKM yang saat ini sudah berjalan di Kota Semarang sampai jilid 3. Artinya Kota Semarang sudah persiapkan lebih awal, dan kelonggarannya dilakukan bertahap," tekannya.

Dalam Webinar Bulan Bung Karno 2020 tersebut, selain Hendi, hadir pula sejumlah tokoh sebagai pembicara antara lain Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bidang Kaderisasi dan Ideologi Djarot Saiful Hidayat, Pemimpin Redaksi Historia Bonnie Triyana, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, serta Sekjen Transparency International Indonesia Danang Widoyoko.

Webinar Bulan Bung Karno 2020 angkat tema 'Pancasila dan Keadilan Sosial' lebih dari 500 peserta tersambung secara langsung dengan metode daring untuk mengikuti webinar tersebut. (*)

Maskapai Lion Air Jadwalkan Penerbangan Penumpang Domestiknya Hari Ini, Ini Syaratnya Bagi Penumpang

Kisah Cinta Qory Sandioriva dan Shah Rei Sukardi, Beda Usia 19 Tahun Langsung Punya 5 Anak

Pesepakbola Terkaya di Dunia Berasal dari Asia Tenggara, Kekayaannya Kalahkan Ronaldo dan Messi

Pesawat Boleh Angkut 70% dari Kapasitas, Ini Aturannya

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved