Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Update Corona Wonosobo Rabu 10 Juni 2020: 82 Positif Covid-19, Jateng 1.777

update Corona Wonosobo hari ini Rabu 10 Juni 2020, 82 pasien positif covid-19, Pertambahan 3 angka terjadi di Kecamatan Garung, Sapuran dan Wonosobo

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Dinas Kesehatan Wonosobo/ update corona hari ini
Update Corona Wonosobo Rabu 10 Juni 2020: 82 Positif Covid-19, Kecamatan Garung dan Sapuran Meningkat 

Update Corona Wonosobo Rabu 10 Juni 2020 82 Positif Covid-19, Jateng 1.777

TRIBUNJATENG.COM - Update kasus virus Covid-19 atau Corona di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah hari ini, Rabu 10 Juni 2020.

Pemerintah kabupaten Wonosobo merilis data jumlah kasus dan juga peta penyebaran virus Corona di laman corona.wonosobokab.go.id.

Untuk update corona Wonosobo hari ini ada 82 kasus positif dari seluruh wilayah di Wonosobo dari sebelumnya 79 kasus positif corona.

Pertambahan 3 angka tersebut terjadi di Kecamatan Garung, Sapuran dan Wonosobo.

Dari total 82 kasus positif corona Wonosobo, 63 pasien positif dinyatakan sembuh, 0 kasus meninggal dan 19 pasien positif masih dirawat.

Dari total 82 pasien positif corona di Wonosobo, berikut rincian per kecamatan :
1. Garung 20
2. Kalibawang 0
3. Kalikajar 3
4. Kaliwiro 13
5. Kejajar 10
6. Kepil 2

7. Kertek 2
8. Leksono 1
9. Mojotengah 5
10. Sapuran 8
11. Selomerto 1
12. Sukoharjo 1
13. Wadaslintang 2
14. Watumalang 0
15. Wonosobo 14

Sementara itu, RSUD Setjonegoro Wonosobo masih merawat 13 pasien positif.

Update Corona Wonosobo Rabu 10 Juni 2020: 82 Positif Covid-19, Kecamatan Garung dan Sapuran Meningkat
Update Corona Wonosobo Rabu 10 Juni 2020: 82 Positif Covid-19, Kecamatan Garung dan Sapuran Meningkat (Dinas Kesehatan Wonosobo/ update corona hari ini)

Panji Petualang Tangkap Ular King Kobra Raksasa Pembunuh Sapi, Lebih Gede dari Garaga

Teller Bank Ini Kedapatan Alihkan Uang Nasabah hingga Rp 1,4 Miliar ke Rekening Pribadi Sejak 2018

Dibayar Rp 60 Juta per Acara, Nikita Mirzzani Sebut Pengeluaran Bulanan Bisa Capai Rp 2 Miliar

Viral Dewi Soekarno Ultah ke-80 Tahun, Wajah Awet Muda, Joget Dangdutan Lincah Banget

Sedangkan PDP atau Pasien Dalam Pengawasan ada 315 kasus dan ODP sebanyak 2.441 kasus.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencatat, dari 315 kasus Pasien Dalam Pengawasan,  tercatat 6 meninggal dunia, 264 sembuh dan 45 masih dirawat.

Sementara itu di Jawa Tengah, 1.777 warganya dinyatakan positif corona.

Dari 1.777 positif corona, 690 masih dirawat,  955 pasien positif dinyatakan sembuh dan 132 meninggal dunia.

Berikut data Rumah Sakit yang masih merawat pasien positif corona :

690 Kasus Dirawat COVID-19
68 RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
35 Kota Semarang
30 RSUP Dr. Kariadi Semarang
29 RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo
24 RSUD Djoyonegoro Temanggung
23 RSUD Merah Putih Kab Magelang
18 RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
18 RSUD Batang
18 Klinik Bhakti Padma
17 RSUD RA Kartini Jepara
15 Kabupaten Boyolali
14 RSUD Sunan Kalijaga Demak
14 RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga
14 RSUD Majenang
14 Kabupaten Demak
13 RSUD Setjonegoro Wonosobo
13 RS Paru Ario Wirawan
13 RSUD Brebes

Data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat juga bisa mengakses langsung lewat smartphone.

Selain bisa megakses jumlah kasus yang terkonfirmasi, masyarakat juga bisa melihat kasus positif, PDP dan ODP di sekitar tempat tinggal lewat laman corona.jatengprov.go.id

Di lama tersebut juga tersedia daftar rumah sakit rujukan penanganan Corona yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Serta data jumlah pasien yang dirawat di rumah skait tersebut.

Indeks penularan virus korona di Jawa Tengah kini telah menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Bappenas yang dihimpun Pemprov Jateng, angka penggantian efektifnya (Rt) kini berada di angka

Meski sudah mengumumkan penurunan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum akan menerapkan normal baru. Ia tidak ingin gegabah dan masih khawatir jika muncul kembali gelombang kedua penularan COVID-19. 

"Kami tidak akan gegabah, tetapi angka (dari Bappenas) itu tetap kami jadikan satu pegangan. Saya khawatir masih ada gelombang kedua, gelombang ketiga, dan lainnya. Kami juga terus mengendalikan daerah-daerah yang masih fluktuatif seperti di Kota Semarang," kata Ganjar Kepada wartawan, Selasa (2/6). 

Ganjar mengatakan, pihaknya masih terus mengkaji menentang gelombang-gelombang maju. Terkait penanganan seluruh perawatan kesehatannya.

"Penerapan normal baru bukan berarti pertanda pandemi selesai lho. Kita harus menyetujui betul antisipasi-antisipasi yang ada, jangan mulai menerapkan normal baru kita lengah dari sisi kesehatan perlu dibahas selanjutnya," ungkap Ganjar. 

Menurutnya, sejak hari ini pun masyarakat tetap melanjutkan protokol kesehatan dan terus menggencarkan edukasi tentang penggantian virus corona. Jika angka Rt ini naik terus, bahkan lebih rendah lagi, Ganjar yakin 

"Saya minta Bupati, Wali Kota, untuk mensosialisasikan agar giat agar masyarakat dapat dipesan. Selain itu, daerah yang juga harus disetujui, awasi perbatasan agar daerahnya tetap dapat diperbaiki dengan baik," tegasnya. 

Penurunan angka penularan COVID-19 di Jateng akan tetap menjadi pedoman Pemprov Jateng dalam rilis kebijakan selanjutnya. Hal itu menjadi penting untuk sosialisasi bagi masyarakat.

Indeks penularan virus korona di Jawa Tengah kini telah menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Bappenas yang dihimpun Pemprov Jateng, angka penggantian efektifnya (Rt) kini berada di angka

Meski sudah mengumumkan penurunan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum akan menerapkan normal baru. Ia tidak ingin gegabah dan masih khawatir jika muncul kembali gelombang kedua penularan COVID-19. 

"Kami tidak akan gegabah, tetapi angka (dari Bappenas) itu tetap kami jadikan satu pegangan. Saya khawatir masih ada gelombang kedua, gelombang ketiga, dan lainnya. Kami juga terus mengendalikan daerah-daerah yang masih fluktuatif seperti di Kota Semarang," kata Ganjar Kepada wartawan, Selasa (2/6). 

Ganjar mengatakan, pihaknya masih terus mengkaji menentang gelombang-gelombang maju. Terkait penanganan seluruh perawatan kesehatannya. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menengok Pekerja Migran Indonesia yang dikarantina di gedung BPSDM Jateng di Srondol Kota Semarang. Foto: Dok Humas Pemprov Jateng

"Penerapan normal baru bukan berarti pertanda pandemi selesai lho. Kita harus menyetujui betul antisipasi-antisipasi yang ada, jangan mulai menerapkan normal baru kita lengah dari sisi kesehatan perlu dibahas selanjutnya," ungkap Ganjar. 

Menurutnya, sejak hari ini pun masyarakat tetap melanjutkan protokol kesehatan dan terus menggencarkan edukasi tentang penggantian virus corona. Jika angka Rt ini naik terus, bahkan lebih rendah lagi, Ganjar yakin 

"Saya minta Bupati, Wali Kota, untuk mensosialisasikan agar giat agar masyarakat dapat dipesan. Selain itu, daerah yang juga harus disetujui, awasi perbatasan agar daerahnya tetap dapat diperbaiki dengan baik," tegasnya. 

Penurunan angka penularan COVID-19 di Jateng akan tetap menjadi pedoman Pemprov Jateng dalam rilis kebijakan selanjutnya. Hal itu menjadi penting untuk sosialisasi bagi masyarakat. 

"Sekarang saja masih ada masyarakat yang enggak mau pakai topeng kok, jadi masih banyak hal yang harus disiapkan," tutupnya. 

Perlu diketahui, Bappenas mengungkapkan beberapa provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Utara sebagai tiga provinsi dengan angka pembayaran efektif (Rt) <1, dalam kurun waktu minimum 14 hari berturut-turut. Bahkan, Kondisi Rt

TONTON DAN SUBSCRIBE :

(*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved