Breaking News:

Berita Salatiga

Pandemi Virus Corona, Laporan Kasus Penggelapan di Polres Salatiga Naik 50 Persen

Dampak adanya pandemi virus Corona (Covid-19) tidak hanya mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan.

IST
Kantor Kepolisian Resort Kota Salatiga. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dampak adanya pandemi virus Corona (Covid-19) tidak hanya mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan.

Lebih dari itu, kasus kriminalitas turut mengalami kenaikan.

Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Akhwan Nadhirin mengatakan sejak pandemi Corona mewabah angka kasus kriminal umum terjadi kenaikan terutama penggelapan.

Mesum di Semak Sekolah: Pasangan ABG Ini Paksa Meneruskan Aksinya Lalu Diperkosa di Depan Pacarnya

Menteri Erick Thohir Angkat Polisi Penangkap Tommy Soeharto Jadi Komisaris PT Bukit Asam

Pencairan Insentif Kartu Pra Kerja Lamban, Fitur Ganti Rekening Bermasalah, Ini Jawaban Admin

Banyak Diburu, Berikut Ini Daftar Harga Sepeda Polygon dari Berbagai Seri

"Di Salatiga sendiri misalnya kasus penggelapan motor naik sekitar 50 persen dibandingkan biasanya.

Para pelaku ini berpura-pura menawar kendaraan kemudian membawanya kabur," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (11/6/2020)

Menurut AKP Akhwan, selain penggelapan kasus penipuan online juga cukup marak terjadi dengan kerugian berkisar Rp 1-10 juta bahkan lebih.

Sementara pengaduan yang diterima kepolisian berjumlah 5 orang.

Ia menambahkan, adapun modus lain penggelapan kendaraan pelaku berpura-pura minta diantarkan korban ke pusat perbelanjaan atau meminjam sebentar lalu dibawa kabur.

"Dari hasil penyelidikan kami kejadian berawal dari perkenalan di media sosial.

Maka, saya minta masyarakat hati-hati dan jangan mudah percaya. Adapula harus membayar uang muka, lalu rekening pelaku ditutup," katanya

Dikatakannya, dalam hal kasus penggelapan motor yang masuk ke Polres Salatiga sebagian diantaranya telah berhasil diungkap.

Sedangkan sisanya, masih dilakukan penyelidikan.

Pihaknya menyatakan, jika ada masyarakat merasa menjadi korban penipuan atau penggelapan khususnya dengan modus jual beli online melalui media sosial supaya melapor ke aparat berwajib.

"Kami akan tindaklanjuti, dan kami minta masyarakat waspada. Ditengah pandemi banyak orang mengambil kesempatan melakukan kejahatan.

Karenanya jika ingin menjual barang berharga sebaiknya menggunakan jasa terpercaya," ujarnya (ris)

Wali Kota Tegal Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Sekretaris Kelurahan Margadana Meninggal

Siulan Tono Panggil Ratusan Kucing Jalanan di Semarang, Tiap Malam Datangi Pasar Beri Makan dan Obat

Dedy Yon Jamin Keamanan Bos Warteg Positif Corona di Depok, Boleh Pulang ke Kota Tegal Naik Travel

Rianti Cartwright Hamil Anak Pertama Ngidam Onogiri Asli Jepang

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved