Breaking News:

Berita Ojol

Peneliti Mikrobiologi Menilai Sanitasi Ojol Sudah Tepat, Protokol Kesehatan Wajib Diterapkan

Selain kewajiban baik mitra gojek maupun pelanggan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan di kondisi saat ini.

Editor: m nur huda
Istimewa/Kontan
ILUSTRASI. Gojek melakukan uji coba penggunaan sekat pelindung yang berfungsi meminimalisasi penyebaran virus melalui droplet. Chief of Public Policy and Government Relations Gojek - Shinto Nugroho (Tengah) didampingi oleh Kepala Sub Direktorat Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Bambang Wahyu Hapsoro (Kanan). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peneliti Mikrobiologi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Muhammad Asril mengapresiasi upaya Gojek dengan tindakan preventif yang sangat tepat untuk mencegah penularan COVID-19.

Selain kewajiban baik mitra gojek maupun pelanggan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan di kondisi saat ini.

“Menerapkan protokol kesehatan itu tetap wajib dijalankan, walaupun saat ini sebenarnya kita tidak di masa new normal, karena pada faktanya Indonesia belum siap untuk menerapkan new normal,” ujar Asril dalam keterangan pers yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (11/6/2020).

Faktor sanitasi sangatlah penting di situasi sekarang ini, dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Yaitu penyemprotan disinfektan pada kendaraan, pemberian hand sinitizer, masker maupun face shield kepada para merchant dan penumpang merupakan langkah-langkah dalam mendukung kondisi kesehatan yang optimal bagi para mitra maupun pelanggannya.

Menhan Terancam Dipecat Presidan Trump karena Menolak Perintah Turunkan Tentara Redam Demo

Tak Hanya Sepeda Baru, Sepeda Bekas di Pasar Barito Baru Semarang Juga Diburu Pembeli

Pengemudi Ojol Meninggal Positif Corona Dimakamkan Normal, Rekan & Keluarga Ditracing

Napi Asimilasi di Purwokerto Nekat Curi Helm, Kini Terancam Menghuni Penjara Lagi 5 Tahun

Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang menggunakan jasa ojek online di Jakarta, Senin (08/06). Diberlakukannya PSBB masa transisi, ojek online bisa mengangkut penumpang lagi.
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang menggunakan jasa ojek online di Jakarta, Senin (08/06). Diberlakukannya PSBB masa transisi, ojek online bisa mengangkut penumpang lagi. (Kontan/Fransiskus S)

Langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak gojek sendiri menurut Asril merupakan tindakan preventif yang sangat tepat untuk mendukung serta mencegah penularan COVID-19.

"Pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun memang pihak gojek sudah melakukan pengecekan suhu tubuh, pembungkusan makanan yang cukup baik, kemudian ada pilihan apakah makanan yang dipesan konsumen tersebut lebih baik digantung di pagar atau memberikan kepada konsumen langsung, hal-hal tersebut sebenarnya sudah langkah yang tepat untuk mendukung kondisi seperti sekarang ini," papar Asril.

Asril menambahkan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan COVID-19 dapat ditularkan melalui makanan matang, pasalnya virus ini penularannya melalui cairan yang dikeluarkan penderita dan ditularkan melalui mata, hidung, dan mulut.

“Pada dasarnya COVID-19 ini menular melalui droplet (titik air berisi virus dari batuk dan bersin), selama si pembawa makanan atau yang memasak makanan tidak mengeluarkan droplet ketika melakukan prosedur itu, maka bisa dijamin makanan itu dalam keadaan aman,” imbuhnya.

Asril menambahkan social distancing salah satu cara efektif mencegah penyebaran virus agar tidak semakin besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved