Berita Video
Video Ekspor Hasil Industri Kakao Batang Tertunda Karena Corona
Pandemi virus corona atau covid-19 menyebabkan Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT)
Penulis: dina indriani | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, BATANG -- Berikut ini video ekspor hasil industri kakao Batang tertunda karena corona
Pandemi virus corona atau covid-19 menyebabkan Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) Kabupaten Batang harus menunda ekspor perdana.
"Seharusnya kami bisa ekspor bulan lalu, tapi terpaksa ditunda, karena memang semua negara termasuk di Eropa sedang lockdown.
Tapi target ekspor tetap tahun ini," kata General Manager PPKIPKT Batang, Nur Muhib, saat ditemui di kantornya, Rabu (10/6).
Selain karena tengah lockdown, menurut dia, harga pasaran coklat saat ini sedang anjlok hingga 40 persen dari harga sebelumnya, sehingga justru berpotensi merugikan.
"Sebenarnya permintaan masih ada, tapi kami belum berani ekspor, karena harga pasaran produk olahan kakao saat ini masih anjlok. Jadi lebih baik kami simpan dulu, sambil menunggu situasi dan harga stabil," jelasnya.
Nur Muhib menuturkan, pihaknya saat ini tercatat telah memiliki stok produk olahan kakao mencapai 60 ton siap ekspor, dengan target pasar di Eropa.
"Semuanya sudah melalui uji coba pembuatan olahan, seperti butter dan coklat. Semua kami buat dengan standar kelas Eropa, sehingga untuk kualitas sudah siap bersaing," tandasnya.
Terkait dengan produksi, Nur Muhib menyatakan, saat ini sedang masa panen raya kakao, dengan hasil yang dapat diperoleh berkisar antara 8-11 ton/hari.
"Ini masih masa panen raya, berlangsung sekitar 3 bulan, mulai pertengahan Mei nanti sampai Juli, sehari bisa 8-11 ton.
Tapi untuk pengolahan kami baru mulai perlahan kembali, karena ada beberapa kendala dampak dari pandemi ini," paparnya. (din)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :