Breaking News:

Wabah Virus Corona

Dokter Curhat soal Insentif Tak Kunjung Cair dan Tudingan Cari Untung di Tengah Pandemi

Insiden tersebut diduga akibat ketidakpercayaan warga kepada tenaga medis di RS dalam menangani pasien karena sangat cepat melekatkan status PDP.

Editor: M Syofri Kurniawan
Shutterstock
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, MAKASSAR - Pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) terjadi beberapa kali di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 Makassar, Sulawesi Selatan, dalam sepekan terakhir.

Pihak keluarga melakukan hal itu karena menolak jenazah pasien dimakamkan menggunakan prosedur Covid-19.

Dasar penolakan tersebut adalah keyakinan keluarga bahwa pasien tidak terinfeksi virus corona Covid-19 lantaran saat masuk ke rumah sakit didiagnosa penyakit lain.

Pencairan Insentif Kartu Pra Kerja Lamban, Fitur Ganti Rekening Bermasalah, Ini Jawaban Admin

Mesum di Semak Sekolah: Pasangan ABG Ini Paksa Meneruskan Aksinya Lalu Diperkosa di Depan Pacarnya

Banyak Diburu, Berikut Ini Daftar Harga Sepeda Polygon dari Berbagai Seri

Siulan Tono Panggil Ratusan Kucing Jalanan di Semarang, Tiap Malam Datangi Pasar Beri Makan dan Obat

Insiden tersebut juga diduga akibat ketidakpercayaan warga kepada tenaga medis di rumah sakit dalam menangani pasien karena sangat cepat melekatkan status PDP.

Humas IDI Kota Makassar Wachyudi Muchsin mengatakan, ketidakpercayaan tersebut bahkan melahirkan tudingan kepada dokter dan tenaga medis mendapat untung besar dalam penanganan Covid-19.

Padahal, kata Wachyudi, para dokter dalam menegakkan diagnosis selalu berdasarkan pedoman dan protokol yang telah ditetapkan.

Dalam menetapkan status pasien yang dicurigai PDP misalnya, dokter sudah melakukan uji seperti tes darah dan rontgen.

"Itulah sebabnya mengapa banyak pasien berstatus PDP di rumah sakit.

Bukan karena dijadikan lahan mata pencaharian untuk dokter," ujar Wachyudi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/6/2020).

Insiden pengambilan paksa jenazah dan tudingan mendapatkan untung besar setiap kali menetapkan pasien berstatus PDP, semakin membuat para tenaga medis menjadi cemas.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved