Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Update Corona Wonosobo Sabtu 13 Juni 2020: 82 Positif Covid-19, Jateng 2.072

update Corona Wonosobo hari ini Sabtu 13 Juni 2020, 82 pasien positif covid-19,

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Dinas Kesehatan Wonosobo/ update corona hari ini
Update Corona Wonosobo Sabtu 13 Juni 2020: 82 Positif Covid-19, Kecamatan Garung dan Sapuran Meningkat 

Update Corona Wonosobo Sabtu 13 Juni 2020 82 Positif Covid-19, Jateng  2.072

TRIBUNJATENG.COM - Update kasus virus Covid-19 atau Corona di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah hari ini, Sabtu 13 Juni 2020. 

Pemerintah kabupaten Wonosobo merilis data jumlah kasus dan juga peta penyebaran virus Corona di laman corona.wonosobokab.go.id.

Untuk update corona Wonosobo hari ini ada 82 kasus positif.  

Dari total 82 kasus positif corona Wonosobo, 63 pasien positif dinyatakan sembuh, 0 kasus meninggal dan 19 pasien positif masih dirawat.

Dari total 82 pasien positif corona di Wonosobo, berikut rincian per kecamatan :
1. Garung 20
2. Kalibawang 0
3. Kalikajar 3
4. Kaliwiro 13
5. Kejajar 10
6. Kepil 2
7. Kertek 2
8. Leksono 1
9. Mojotengah 5
10. Sapuran 8
11. Selomerto 1
12. Sukoharjo 1
13. Wadaslintang 2
14. Watumalang 0
15. Wonosobo 14

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, sebanyak 13 pasien positif corona Wonosobo dirawat di RSUD Setjonegoro Wonosobo, 3 di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, dan 2 di RS Islam Wonosobo.

Panji Petualang Tangkap Ular King Kobra Raksasa Pembunuh Sapi, Lebih Gede dari Garaga

Teller Bank Ini Kedapatan Alihkan Uang Nasabah hingga Rp 1,4 Miliar ke Rekening Pribadi Sejak 2018

Dibayar Rp 60 Juta per Acara, Nikita Mirzzani Sebut Pengeluaran Bulanan Bisa Capai Rp 2 Miliar

Viral Dewi Soekarno Ultah ke-80 Tahun, Wajah Awet Muda, Joget Dangdutan Lincah Banget

Sedangkan PDP atau Pasien Dalam Pengawasan ada 344 kasus dan ODP sebanyak 2.444 kasus.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo mencatat, dari 344 kasus Pasien Dalam Pengawasan,  tercatat 6 meninggal dunia, 271 sembuh dan 67 masih dirawat.

Sementara itu di Jawa Tengah, 2.072 warganya dinyatakan positif corona.

Dari 2.072 positif corona, 908 masih dirawat,  1.017 pasien positif dinyatakan sembuh dan 147 meninggal dunia.

Berikut data Rumah Sakit yang masih merawat pasien positif corona :

142 Kabupaten Temanggung
35 Kota Semarang
33 RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
31 RSUP Dr. Kariadi Semarang
31 RSUD Merah Putih Kab Magelang
29 RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo
24 RSUD Djoyonegoro Temanggung
22 RSUD Sunan Kalijaga Demak
21 Kabupaten Magelang
19 RSUD Batang
18 Kabupaten Demak
18 Klinik Bhakti Padma
17 RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
17 RSUD RA Kartini Jepara
17 Kabupaten Boyolali
16 RS Panti Wilasa dr. Cipto
16 RSU Sultan Agung Semarang
15 RSU Mardi Rahayu Kudus
14 RSUD Loekmono Hadi Kudus
14 RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga
13 RSUD Setjonegoro Wonosobo
13 RSUD Brebes
12 RS Panti Wilasa Citarum
12 RS Paru Ario Wirawan
11 RSU Columbia Asia Semarang
11 RSUD Bumiayu
11 RSUD Majenang
11 RSUD Bung Karno Surakarta
11 Kabupaten Semarang
10 Kabupaten Sragen
9 RS Roemani Muhammadiyah
9 RS Nasional Diponegoro
8 RSUD Tugurejo Semarang
8 RSUD Bagas Waras Klaten
8 RSUD Salatiga
7 RSUD Kelet Jepara
6 RSUD Dr. Moewardi Solo
6 RS Islam Sunan Kudus
6 RSU Siaga Medika Banyumas
6 RSUD Muntilan Kab Magelang
6 RSUD dr. M Ashari Pemalang
6 RS Islam Banjarnegara
6 RSU Duta Mulya
5 RSU dr. Soedjono Magelang
5 RSUD dr R. Soetrasno Rembang
5 RSJP Prof. dr. Soerojo Magelang
5 RSU dr. Asmir Salatiga
5 RS QIM Batang
5 Kabupaten Kebumen
5 Kabupaten Kendal
4 RSU Telogorejo Semarang
4 RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
4 RSU Islam Klaten
4 RSU William Booth
4 Dinkes
4 Kabupaten Banyumas
4 Kabupaten Sukoharjo
4 RS Harapan Sehat
4 Kabupaten Batang
3 RSUD Kraton Pekalongan
3 RSUD Dr. H. RM. Seoselo Tegal
3 RSUD Panti Nugroho
3 RSUD dr. R. Soedjati Grobogan
3 RSUD Ajibarang
3 RSU St. Elizabeth Semarang
3 RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo
3 RS PKU Muhammadiyah Wonosobo
3 RSUD Budi Rahayu Magelang
3 RS Asyiyah Kudus
3 RS Pertamina Cilacap
2 RSUD Kardinah Tegal
2 RSUD Cilacap
2 RSUD Tidar Kota Magelang
2 RSUD Pandan Arang Boyolali
2 RSU Hermina Purwokerto
2 RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen
2 RSUD Ungaran
2 RS Islam Wonosobo
2 RSUD dr. R. Soetijono Blora
2 RSUD Bendan Kota Pekalongan
2 Kabupaten Klaten
2 RS PKU Muhammadiyah Gubug
2 RS Puri Asih
1 RSUD Banyumas
1 RS dr. Oen Surakarta
1 RS Kasih Ibu Surakarta
1 RSU Bhayangkara Semarang
1 RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal
1 RSUD Ambarawa
1 RSUD dr. Soediran MS Wonogiri
1 RST Wijayakusuma Purwokerto
1 RSU Bhakti Wira Tamtama Semarang
1 RS Islam Kendal
1 RS Graha Husada Jepara
1
1 RSUD R. Soeprapto Cepu
1 Kabupaten Pemalang
1 RS dr. Oen Solo Baru
1 Kabupaten Grobogan
1 RSU Universitas Sebelas Maret
1 Kabupaten Blora
1 RSJD Dr. RM. Soedjarwadi
1 RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara
1 RSI Muhammadiyah Rodliyah Achid
1 Kota Magelang
1 Ngemplak Simongan

Data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat juga bisa mengakses langsung lewat smartphone.

Selain bisa megakses jumlah kasus yang terkonfirmasi, masyarakat juga bisa melihat kasus positif, PDP dan ODP di sekitar tempat tinggal lewat laman corona.jatengprov.go.id

Di lama tersebut juga tersedia daftar rumah sakit rujukan penanganan Corona yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Serta data jumlah pasien yang dirawat di rumah skait tersebut.

Indeks penularan virus korona di Jawa Tengah kini telah menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Bappenas yang dihimpun Pemprov Jateng, angka penggantian efektifnya (Rt) kini berada di angka

Meski sudah mengumumkan penurunan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum akan menerapkan normal baru. Ia tidak ingin gegabah dan masih khawatir jika muncul kembali gelombang kedua penularan COVID-19. 

"Kami tidak akan gegabah, tetapi angka (dari Bappenas) itu tetap kami jadikan satu pegangan. Saya khawatir masih ada gelombang kedua, gelombang ketiga, dan lainnya. Kami juga terus mengendalikan daerah-daerah yang masih fluktuatif seperti di Kota Semarang," kata Ganjar Kepada wartawan, Selasa (2/6). 

Ganjar mengatakan, pihaknya masih terus mengkaji menentang gelombang-gelombang maju. Terkait penanganan seluruh perawatan kesehatannya.

"Penerapan normal baru bukan berarti pertanda pandemi selesai lho. Kita harus menyetujui betul antisipasi-antisipasi yang ada, jangan mulai menerapkan normal baru kita lengah dari sisi kesehatan perlu dibahas selanjutnya," ungkap Ganjar. 

Menurutnya, sejak hari ini pun masyarakat tetap melanjutkan protokol kesehatan dan terus menggencarkan edukasi tentang penggantian virus corona. Jika angka Rt ini naik terus, bahkan lebih rendah lagi, Ganjar yakin 

"Saya minta Bupati, Wali Kota, untuk mensosialisasikan agar giat agar masyarakat dapat dipesan. Selain itu, daerah yang juga harus disetujui, awasi perbatasan agar daerahnya tetap dapat diperbaiki dengan baik," tegasnya. 

Penurunan angka penularan COVID-19 di Jateng akan tetap menjadi pedoman Pemprov Jateng dalam rilis kebijakan selanjutnya. Hal itu menjadi penting untuk sosialisasi bagi masyarakat.

Indeks penularan virus korona di Jawa Tengah kini telah menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Bappenas yang dihimpun Pemprov Jateng, angka penggantian efektifnya (Rt) kini berada di angka

Meski sudah mengumumkan penurunan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo belum akan menerapkan normal baru. Ia tidak ingin gegabah dan masih khawatir jika muncul kembali gelombang kedua penularan COVID-19. 

"Kami tidak akan gegabah, tetapi angka (dari Bappenas) itu tetap kami jadikan satu pegangan. Saya khawatir masih ada gelombang kedua, gelombang ketiga, dan lainnya. Kami juga terus mengendalikan daerah-daerah yang masih fluktuatif seperti di Kota Semarang," kata Ganjar Kepada wartawan, Selasa (2/6). 

Ganjar mengatakan, pihaknya masih terus mengkaji menentang gelombang-gelombang maju. Terkait penanganan seluruh perawatan kesehatannya. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menengok Pekerja Migran Indonesia yang dikarantina di gedung BPSDM Jateng di Srondol Kota Semarang. Foto: Dok Humas Pemprov Jateng

"Penerapan normal baru bukan berarti pertanda pandemi selesai lho. Kita harus menyetujui betul antisipasi-antisipasi yang ada, jangan mulai menerapkan normal baru kita lengah dari sisi kesehatan perlu dibahas selanjutnya," ungkap Ganjar. 

Menurutnya, sejak hari ini pun masyarakat tetap melanjutkan protokol kesehatan dan terus menggencarkan edukasi tentang penggantian virus corona. Jika angka Rt ini naik terus, bahkan lebih rendah lagi, Ganjar yakin 

"Saya minta Bupati, Wali Kota, untuk mensosialisasikan agar giat agar masyarakat dapat dipesan. Selain itu, daerah yang juga harus disetujui, awasi perbatasan agar daerahnya tetap dapat diperbaiki dengan baik," tegasnya. 

Penurunan angka penularan COVID-19 di Jateng akan tetap menjadi pedoman Pemprov Jateng dalam rilis kebijakan selanjutnya. Hal itu menjadi penting untuk sosialisasi bagi masyarakat. 

"Sekarang saja masih ada masyarakat yang enggak mau pakai topeng kok, jadi masih banyak hal yang harus disiapkan," tutupnya. 

Perlu diketahui, Bappenas mengungkapkan beberapa provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Utara sebagai tiga provinsi dengan angka pembayaran efektif (Rt) <1, dalam kurun waktu minimum 14 hari berturut-turut. Bahkan, Kondisi Rt

TONTON DAN SUBSCRIBE :

(*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved