Berita Otomotif

Ban Kurang Tekanan Udara atau Lebih, Mana yang Lebih Bahaya? Simak Penjelasannya 

Selain itu, ban juga perlu diperiksa tekanan udaranya, apakah kurang atau lebih dari rekomendasi pabrikan

wisegeek.com
Ukur tekanan angin (wisegeek.com) 

TRIBUNJATENG.COM – Ketika berkendara dengan mobil, ban adalah komponen penting karena menapak langsung dengan aspal.

Selain itu, ban juga perlu diperiksa tekanan udaranya, apakah kurang atau lebih dari rekomendasi pabrikan.

Mengetahui tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi pabrikan bisa dilihat dari stiker dekat engsel pintu pengemudi.

Pria Mengaku Petarung UFC dari California Melakukan Penembakan Brutal di Sebuah Bar

Pasar Meteseh Ditutup Sementara karena Corona, Kini Delapan Pasar di Semarang Sudah Ditutup

Pasien Positif Corona Boyolali Tembus 48 Kasus, Salip Solo dan 3 Kabupaten Lain, Ini Kronologinya

Remaja di Bekasi Meninggal Tersengat Listrik Saat Tiktok di Atap Rumah 

Jika mengisi tekanan udara ban, perlu diperhatikan, karena ada efek tersendiri jika kurang atau lebih.

Namun, jika dalam kondisi tidak ideal, sebenarnya kondisi mana yang lebih bahaya, apakah ban dengan tekanan udara kurang atau lebih?

O

Presiden Direktur PT Bridgestone Indonesia Gaurav Gupta memperagakan cara memeriksa tekanan angin dengan alat khusus dalam kunjungannya ke rest area 57 Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi lokasi kampanye keselamatan ban, Selasa (8/5/2018).(Kompas.com/Alsadad Rudi) 

On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal mengatakan, dipastikan ban dengan tekanan udara kurang lebih berbahaya dibanding kelebihan.

Keadaan ban kurang udara sama saja dengan membawa beban berlebih.

“Tetap berkendara walaupun tekanan udaranya kurang bisa menyebabkan dinding samping akan mengalami defleksi yang berlebihan.

Hal ini yang bisa membuat ban pecah ketika dikendarai,” ucap Zulpata kepada Kompas.com, Senin (15/6/2020).

Zulpata menjelaskan, ban yang defleksi berlebihan, lama-kelamaan benang pada dinding ban akan kelelahan.

Pada kondisi tertentu bagian tersebut akan melepuh karetnya karena panas yang berlebihan dan benang jadi hangus atau putus.

“Bahkan kalau mobil masuk tol, disarankan untuk tambah tekanan udara ban 1 sampai 3 psi untuk menghindari defleksi pada dinding ban yang berlebihan. Kelebihan 1-3 psi tidak akan membuat ban pecah,” kata Zulpata. (*)

Mike Tyson Sebut Petinju yang Diejek Gendut Ini Sebagai Juara Terhebat: Dia Jatuh dan Bangkit Lagi

Daftar jadi Tentara saat Baca Persyaratan, Buruh Pengaspal Jalan Itu Kini Jadi Jenderal Bintang 3

Promo Superindo Hari Kerja 15-18 Juni 2020, Diskon hingga 50 Persen Ini Daftar Lengkapnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mana yang Lebih Bahaya, Ban Kurang Tekanan Udara atau Lebih?

Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved