Kasus Novel Baswedan

Tuntutan Kasus Penusuk Wiranto, Penyerang Novel dan Bahar Smith Dikait-kaitkan? Apa Tanggapan Istana

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan kembali menjadi perhatian publik

YOUTUBE
Pakar Ekspresi Beberkan Kejanggalan Reaksi dan Ucapan Pelaku Penyerang Novel Baswedan 

Novel menggolongkan serangan kepadanya juga sebagai penganiayaan paling lengkap.

"Penganiayaan itu berencana, penganiayaan itu berat, akibatnya juga luka berat, dan dilakukan dengan pemberatan karena saya sebagai aparatur yang bekerja dalam hal ini aparat penegak hukum di KPK," kata Novel dalam diskusi daring, Senin (15/6/2020). 

Dokter yang Disalahkan

Selain itu, Novel Baswedan mengatakan, tim dokter yang menangani kerusakan matanya akibat
siraman air keras adalah salah satu yang terbaik di dunia.

Penyidik KPK itu dirawat di Singapura National Eye Centre. Novel memberi tahu, yang merawatnya adalah Profesor Donal Tan.

"Yang tangani saya adalah dokter mata spesialis kornea, yaitu Prof Donal Tan. Dalam beberapa rating
yang bersangkutan adalah dokter kornea yang terbaik di dunia," kata Novel ketika dihubungi, Selasa
(16/6/2020).

Sebelumnya, tim kuasa hukum Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis meyakini kerusakan mata
yang dialami Novel bukan sepenuhnya perbuatan kedua terdakwa.

Menurut tim kuasa hukum dari Divisi Hukum Polri yang diketuai Rudy Heriyanto, kerusakan mata yang diderita Novel itu akibat penanganan medis yang tidak benar.

Selain itu, kata mereka, hal itu juga disebabkan ketidaksabaran Novel selaku korban terhadap tindakan medis.

Novel mengatakan, pernyataan tim kuasa hukum Rahmat dan Ronny tak berdasar, tanpa didasari
pengetahuan klinis.

Kata Novel, harusnya kedua matanya mengalami kebutaan.

Namun tim dokter yang merawatnya di Singapura berupaya agar mata Novel tetap berfungsi.

"Kedua mata saya seharusnya buta, karena serangan air keras. Alhamdulillah satu masih bisa walaupun
terbatas dan yang satunya sebelah kiri sudah diupayakan tapi tidak tertolong juga," katanya.

Novel menegaskan, sejak ditangkapnya Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis sebagai pelaku
penyerangan, ia sudah tidak menaruh harapan pada proses hukum tersebut.

Alasannya, Presiden Joko Widodo tidak memberi perhatian khusus agar dibentuk Tim Pencara Fakta (TPF) Independen untuk mencari pelaku serta aktor intelektual penyerangan terhadapnya.

"Sejak awal saya katakan tidak menaruh harapan pada proses hukum ini. Karena saya tahu tidak ada
itikad baik, kecuali presiden memberi perhatian," tegasnya.

"Adapun saya melawan dan protes karena tidak boleh dibiarkan keadilan diinjak-injak, wajah hukum
yang bobrok dipertontonkan dan ini mencederai keadilan bagi kemanusiaan di masyarakat luas," imbuh
Novel. (taufik/ilham/tribunnetwork/cep)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penusuk Wiranto Dituntut 16 Tahun Penjara, Penyerang Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara

Alasan Pertamina Tak Turunkan Harga BBM Hingga Saat Meski Harga Minyak Mentah Dunia Turun

Prakiraan Cuaca Kota Purbalingga Hari Ini, Rabu 17 Juni 2020

Kisah Kamar Kos 204 : Wanita Asal Semarang Ini Bila Pagi Jaga Toko Baju Kalau Malam Jadi PSK Online

Teman Kerja Akui Selingkuhi Istrinya, RTM Langsung Ambil Pisau di Tasnya

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved