Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Stok Darah PMI

Jelang New Normal, PMI Kabupaten Pati Kembali Alami Krisis Stok Darah

PMI Kabupaten Pati kembali mengalami krisis stok darah. Jumlah permintaan darah akhir-akhir ini mulai mengalami kenaikan, sedangkan jumlah donor dara

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Humas Unit Transfusi Darah PMI Pati, Syafa'ati 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati kembali mengalami krisis stok darah. Jumlah permintaan darah akhir-akhir ini mulai mengalami kenaikan, sedangkan jumlah donor darah kurang memadai.

Hal tersebut diutarakan Humas Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Pati, Syafa’ati, ketika diwawancarai di kantornya, Sabtu (20/6/2020) pagi.

Ia menjabarkan, saat ini ketersediaan stok darah di PMI Pati ialah sebagai berikut. Golongan darah A 25 ampul, B 30 ampul, O 31 ampul, dan AB 15 ampul.

“Sedangkan sekarang, semenjak masa transisi menuju new normal, jumlah pasien di rumah sakit mulai naik. Dengan demikian permintaan darah juga ikut naik. Akhir-akhir ini permintaan darah yang tertinggi sehari sampai 60 ampul. Rata-rata 30 sampai 40 ampul per hari. Sedangkan di sini bisa dilihat, hari ini tidak ada pendonor yang datang,” papar Syafa’ati.

Ia mengatakan, kondisi kelangkaan stok darah ini terjadi akibat belum bisa dilakukannya kegiatan-kegiatan donor darah massal di luar.

Beberapa instansi maupun perusahaan yang biasanya menjadwalkan donor darah massal, sejauh ini masih menerapkan pembatasan-pembatasan terkait pandemi virus corona.

Sehingga, PMI Pati masih kesulitan menjadwalkan donor darah di beberapa instansi dan perusahaan tersebut.

“Perlu juga saya sampaikan kepada warga pati, donor darah di Pati didonminasi siswa setingkat SMA. Prosentasenya mencapai 50 persen dari keseluruhan donor. Karena ini masih libur (belajar dari rumah), kami belum bisa menjadwalkan di sana. Sehingga stok darah kami selalu kurang. Karena itu kami butuh peran masyarakat. Kami anjurkan datang ke kantor kami untuk donor,” papar Syafa’ati.

Untuk menyiasati minimnya pendonor, ia mengatakan, semenjak awal masa pandemi, pihaknya menerapkan sistem tukar. Artinya, pihak yang mengajukan permintaan darah diharapkan membawa anggota keluarga atau kerabatnya sebagai donor pengganti.

“Sampai saat ini sistem tukar darah masih berlaku. Sebab, kalau tidak, dalam sehari saja stok darah bisa habis. Dan keesokan harinya yang butuh darah akan lebih kesulitan lagi,” tandas Syafa’ati. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved