Berita Pati

Gus Mujib: Kami Hormati Arahan Bupati Pati tentang Penundaan Reaktivasi Pesantren

FKPPK menegaskan bahwa pihaknya menghormati surat edaran bupati tentang penundaan reaktivasi pesantren.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Istimewa
Penerapan protokol kesehatan di salah satu pondok pesantren tahfidz di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Ketua Forum Komunikasi Pengasuh Pondok Pesantren se-Kajen dan Sekitarnya (FKPPK), HM Mujiburrohman Ma’mun, menegaskan bahwa pihaknya menghormati surat edaran bupati tentang penundaan reaktivasi pesantren.

Pria yang akrab disapa Gus Mujib ini menyebut, sesuai surat edaran Bupati Pati tertanggal 13 Juni 2020, pondok pesantren di Desa Kajen dan sekitarnya, Kecamatan Margoyoso, secara resmi belum membuka kegiatan belajar mengajar (KBM).

KBM di sekolah dan madrasah se-Kajen masih dalam masa libur.

Anggota DPRD Ditangkap Bersama Seorang Wanita di Hotel, Diduga Gelar Pesta Narkoba

Kasus Baru Corona di Kota Semarang Menanjak, Bermula dari Pesta Pernikahan

Hasil Liga Italia Tadi Malam, AC Milan Terhempas ke Peringkat 9 Padahal Belum Bermain

Viral Video Anggota Polisi Selamatkan Jambret dari Amukan Massa Sampai Berlutut pada Warga

13 Wilayah di Jawa Tengah yang Bisa Saksikan Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020

Untuk diketahui, dalam surat edaran Bupati Pati Haryanto tersebut, terdapat tiga poin arahan sebagai berikut.

1. Menunda penerimaan kedatangan santri di masing-masing pondok pesantren untuk sementara waktu sampai diterbitkannya aturan/edaran/pedoman atau petunjuk pelaksanaan teknis kegiatan pesantren dalam menghadapi new normal oleh Kementerian Agama Republik Indonesia atau Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah.

2. Sambil menunggu regulasi dimaksud, dapat mempersiapkan tata kelola ruang (ruang kelas, ruang makan, ruang tidur, dsb.) dan tata kelola waktu (seperti saat KBM dan istirahat) dengan mengacu pada protokol kesehatan.

3. Berkoordinasi dengan gugus tugas dan Puskesmas di wilayahnya atau mengoptimalkan peran poskestren dalam upaya promotif preventif di pondok pesantren sebagai langkah persiapan dalam proses penerimaan kedatangan santri dan karantina.

Gus Mujib mengatakan, pihaknya menghormati dan konsekuen terhadap poin-poin dalam surat edaran tersebut.

“Sampai sejauh ini, yang sudah berada di pondok hanya sebagian santri tahfidz (penghafal al-Qur’an), kemudian santri yang tidak pulang pada libur Ramadhan lalu, dan santri senior. Sebagian santri senior memang diminta datang oleh sebagian pondok untuk mempersiapkan protokol kesehatan di pesantren, sesuai poin kedua dalam surat edaran bupati,” papar dia melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (21/6/2020).

Adapun terkait poin ketiga, Gus Mujib mengatakan, pihaknya akan menugaskan Tim Satgas Covid FKPPK untuk segera berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati atau Puskesmas terdekat.

“Hal ini agar ada pendampingan dalam upaya promotif preventif di lingkungan pondok pesantren se-Kajen sebagai langkah persiapan dalam proses penerimaan kedatangan santri,” papar dia.

Sebelumnya, ketika diwawancarai Tribunjateng.com pada Rabu (17/6/2020) lalu, Gus Mujib memperkirakan, jumlah santri yang saat ini berada di Kajen hanya sedikit, sekira 10 persen dari total populasi santri Kajen.

“Mayoritas pondok di Kajen berbasis sekolah (formal). Jika sekolah masih libur, pondok juga libur. Hanya sebagian kecil santri senior dan tahfidz yang sudah di pondok. Santri tahfidz yang ingin menjaga hafalannya kalau di rumah biasanya lebih sulit untuk mendaras. Namun, jumlah mereka sedikit, masih mudah untuk physical distancing,” jelas dia ketika itu. (Mazka Hauzan Naufal)

Pelaku Tabrak Lari di Tembalang Semarang Berhasil Ditangkap, Tertidur di Dalam Mobil

Jadwal Liga Spanyol Malam Ini, Real Sociedad vs Real Madrid, Mengusung Misi Geser Barcelona

Link Live Streaming Gerhana Matahari Cincin Hari Ini dari BMKG, Berlangsung 20 Menit

Prediksi Everton vs Liverpool di Liga Inggris Malam Ini: Duel Sarat Gengsi

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved