Breaking News:

PKM Semarang

Hendi Tetapkan PKM Jilid 4, Semarang Masuki Fase Pelonggaran Baru

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi secara resmi menetapkan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PKM Jilid 4.

Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat ditemui di kantornya, Rabu (17/6/2020). 

Hendi menyampaikan, ada sedirkit perbedaan antara New Normal versi PSBB dengan New Normal yang diupayakan di Kota Semarang.

"Loh kalau itu dari awal kita sudah New Normal.

Pengertian New Normal daerah lain kan, tempat usaha dibuka, kalau kita selama ini tempat usaha buka terus. Kalau tutup pun tutup sendiri karena tidak ada yang datang.

Tapi dari pemerintah kota boleh, asal SOP kesehatan dijalankan," jelas Hendi.

"Medis dan Ekonomi sama - sama penting, maka harus berjalan beriringan, dan pemerintah berupaya menyadarkan masyarakat pentingnya menerapkan SOP kesehatan," tekannya.

Di sisi lain, Hendi juga kembali meluruskan soal Kota Semarang sebagai zona merah dengan banyaknya jumlah positif Covid-19 terkonfirmasi.

Wali Kota Semarang itu menerangkan, penderita terkonfirmasi di Kota Semarang rata-rata dalam keadaan sehat, yang berarti penambahan jumlah penderita karena tes massal yang dilakukan.

"Saya tidak mau mengomentari kebijakan daerah lain. tapi harusnya bicara NKRI, bicara Provinsi Jawa Tengah, mestinya ada standart yang harus dilakukan tiap daerah," pungkas Hendi.

"Kalau penanganannya dilakukan seragam, hasilnya pasti hampir sama, tergantung jumlah penduduk," tandasnya.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved