Breaking News:

Berita Kudus

Tersangka OTT PDAM Kudus Menghilang, Kepala Rutan Bantah Soal Penitipan Tahanan dari Kejari

Keberadaan tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT) pegawai PDAM Kabupaten Kudus berinisial T masih belum jelas.

Istimewa
PDAM Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Keberadaan tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT) pegawai PDAM Kabupaten Kudus berinisial T masih belum jelas.

Sejak kasus tersebut mencuat, informasinya tersangka telah ditahan di Rutan Kelas IIB Kabupaten Kudus, sejak Jumat (12/6/2020) lalu.‎

Kenyataannya, hingga kini tersangka tidak ada di rumah tahanan itu.

Benarkah Uang Koin Rp 1000 Kelapa Sawit Dibanderol Rp 100 Juta? Cek Dulu Fakta Ini Jangan Tertipu

Viral Video Saiful Bahri Remaja Menikahi 2 Wanita Sekaligus, Tepuk Tangan Tamu Riuh Saat Akad Nikah

Kronologi Camat Ungaran Barat Meninggal Dunia, Tiba-tiba Tubuhnya Tegang dan Memegang Dada

Wajah Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pejalan Kaki di Tembalang Semarang, Pakai Mobil Honda Mobilio

‎Menurut Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus, Sarwanto, pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut telah ditahan di Rutan Kelas IIB Kabupaten Kudus.

"‎Saat ini (tersangka) dititip di Rutan," ujar dia, Senin (22/6/2020).

Terkait perkembangan kasusnya, pihaknya juga belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Belum kami jadwalkan."

"Nanti kalau ada perkembangan selanjutnya saya kabari," jelas dia.‎

‎Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Kabupaten Kudus, Suprihadi membantah, telah menerima pelimpahan tersangka kasus OTT PDAM untuk ditahan di sana.

"Belum ada," ujar dia.

Suprihadi menceritakan, yang bisa dititipkan atau dikirimkan ke rumah tahanan sesuai surat edaran adalah yang statusnya telah menjadi narapidana sesuai putusan pengadilan negeri.

"Selain yang sudah menjadi narapidana, juga yang sudah inkrah atau putusan‎," ujar dia.

Itu pun, kata dia, harus dilampirkan surat keterangan sehat bebas covid-19 untuk mencegah penularan virus di dalam lingkungan rumah tahanan.

"Harus dilampirkan surat keterangan rapid test dengan hasil non reaktif," ujarnya.

(raf)

Sekolah Bukan Ajang Gengsi, Kata Neli Nasehati Anaknya Tak Masuk SMA Favorit Kota Semarang

Viral Video Saiful Bahri Remaja Menikahi 2 Wanita Sekaligus, Tepuk Tangan Tamu Riuh Saat Akad Nikah

Lagi, Anggota KKB Papua Menyerah dan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi NKRI

Obyek Wisata Tegal Bisa Kembali Dibuka Secara Bertahap Saat Pandemi

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved