Berita Kabupaten Tegal

Pemkab Tegal Terapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan.

Pelanggaran protokol kesehatan menjadi faktor penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal

Istimewa
Bupati Tegal, Umi Azizah, saat memimpin acara Pemaparan Strategi Penegakan Aturan Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Lapangan Pemkab Tegal, Jumat (19/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pelanggaran protokol kesehatan menjadi faktor penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Bersamaan dengan itu, kepatuhan warga terhadap upaya pencegahan penularan virus corona belakangan ini terbilang menurun.

Guna mencegah agar pelanggaran tersebut tidak semakin meluas dan masif di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tegal mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020, tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Tegal, Umi Azizah, saat memimpin acara Pemaparan Strategi Penegakan Aturan Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Lapangan Pemkab Tegal, Jumat (19/6/2020).

Umi menegaskan, implementasi kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengikis pemahaman yang keliru pada sebagian masyarakat, yang masih beranggapan jika normal baru berarti sudah bebas beraktivitas di luar rumah, dan melonggarkan kehati-hatiannya pada protokol pencegahan Covid-19.

"Setiap penanggungjawab sektor diwajibkan untuk menyediakan sarana cuci tangan, sarana informasi pencegahan Covid-19, dan melakukan pembersihan tempat dengan disinfektan.

Khusus pengelola sektor berskala menengah ke atas, wajib melakukan pengukuran suhu tubuh," kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (22/6/2020) malam.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono mengatakan, peraturan bupati ini menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan protokol kesehatan di Kabupaten Tegal, sekaligus dasar pengenaan sanksi bagi warga masyarakat yang melanggarnya.

Joko mengatakan, sanksi akan diberikan baik kepada perorangan maupun penanggungjawab sektor yang dinilai melanggar aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti kewajiban penggunaan masker, menjaga kebersihan tangan, dan pembatasan interaksi fisik.

Pelanggar perorangan bisa dikenai sanksi teguran lisan, pengucapan Pancasila atau menyanyikan lagu nasional, hingga menjalani kerja sosial seperti membersihkan sarana fasilitas umum.

Adapun pelanggaran yang dilakukan oleh penanggungjawab sektor seperti perkantoran, sekolah, tempat ibadah, toko modern, hotel, warung makan, kafe dan restoran, maupun tempat pariwisata, akan dikenai sanksi mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga penghentian atau penutupan sementara.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved