Breaking News:

Berita Perbankan

Bank Mandiri Restrukturisasi 1.632 Nasabah KPR

PT Bank Mandiri (Persero) telah memberikan restrukturisasi terhadap 1.632 nasabahnya yang mengikuti program kredit pemilikan rumah (KPR)

Rafapress/SHUTTERSTOCK/Via KOMPAS.com
Ilustrasi Bank Mandiri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -– PT Bank Mandiri (Persero) telah memberikan restrukturisasi terhadap 1.632 nasabahnya yang mengikuti program kredit pemilikan rumah (KPR) yakni Mandiri KPR.

Hal ini dituturkan oleh Asisstant Vice President Consumer Loans Region VII / Jawa 2 Bank Mandiri, Fauriza Djupratama atau yang akrab disapa Oie.

“Program Mandiri KPR merupakan program unggulan dari Bank Mandiri dan kami lebih gencarkan lagi dimasa pandemi ini khususnya bagi para nasabah yang ingin memiliki hunian yang aman dan nyaman dimasa pandemi.

Untuk pemberian restrukturisasi itu kami sesuaikan dengan kebijakan pemerintah sebagai bentuk kepedulian Bank Mandiri kepada para nasabah,” ujar Oie kepada Tribun Jateng, Selasa (23/6).

Oie mengatakan, total permohonan untuk restrukturisasi program Mandiri KPR sebanyak 1.844 nasabah, dari jumlah tersebut sudah terdapat 1.632 nasabah yang berhasil mendapatkan restrukturisasi.

Ia melanjutkan beberapa nasabah yang belum mendapatkan restrukturisasi masih dalam proses penyeleksian terlebih dahulu.

Dalam hal ini Mandiri ingin benar-benar memberikan restrukturisasi terhadap nasabah yang terdampak saat covid-19.

“Seperti yang kita ketahui saat ini kan banyak nasabah yang mungkin usahanya terdampak covid-19, dalam pemberian restrukturisasi ini kami ingin menyeleksi betul-betul nasabah yang terdampak dan merasa kesulitan dalam menjalani program mandiri KPR ini,” tambahnya.

Adapun restrukturisasi yang diberikan oleh Mandiri dalam program Mandiri KPR yaitu dengan memberikan penundaan membayar angsuran yang berlaku maksimal hingga 1 tahun.

Namun apabila terdapat nasabah yang hanya ingin mendapatkan penundaan tiga atau enam bulan saja, Oie mengatakan, hal tersebut dapat dilakukan.

Untuk di Jawa Tengah, Oie menuturkan selama masa pandemi potensi untuk pertumbuhan KPR masih berjalan dengan baik yang didominasi dengan rumah tipe kecil.

Sedangkan untuk rumah tipe menengah dan ke atas juga masih ada, hanya kebanyakan dari para nasabah masih memilih untuk wait and see terlebih dahulu.

“Dalam program Mandiri KPR ini sebetulnya untuk wilayah Jateng dan DIY kami memiliki target target perbulan Rp 90 miliar.

Namun angka itu merupakan target di awal tahun, sampai sekarang masih belum dikoreksi. Pastinya selama masa pandemi ini realisasi di bawah dari target yang ada,” tandasnya. (ute)

Benarkah Akan Ada Kenaikan Pajak Kendaraan di Jawa Tengah? Ini Kata Pansus DPRD Jateng

OPINI : Bergerak Bersama di New Normal

Nama Yulia Fera Ayu Lestari Tertulis di Kertas Bungkusan Pocong, Ini Tanggapan Keluarganya

Asia-Pasifik Memanas, AS Disebut Sudah Kerahkan 60 Persen Kapal Perang Ke Laut China Selatan

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved