Liputan Khusus

Benarkah Akan Ada Kenaikan Pajak Kendaraan di Jawa Tengah? Ini Kata Pansus DPRD Jateng

Rencana adanya kenaikan tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) tidak mempengaruhi aktivitas biro jasa di sejumlah kantor Samsat.

ntb.polri.go.id
BPKB 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Rencana adanya kenaikan tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) tidak mempengaruhi aktivitas biro jasa di sejumlah kantor Samsat.

Mereka saat ini masih mengeluhkan kondisi sepi karena dampak pandemi Covid-19.

Megi, satu di antara biro jasa pengurusan pajak kendaraan, menjelaskan saat ini memang mengalami penurunan permintaan.

"Sejak bulan Maret permintaan mulai turun. Mungkin karena banyak yang kehilangan pekerjaan, sehingga menunda untuk membayarkan pajaknya," kata Megi.

Dia mengatakan, usulan Pemprov Jateng untuk menaikkan tarif PKB tak akan berpengaruh pada biro jasa.

Sebab dirinya tetap dicari oleh orang yang mengurus pajak tapi sibuk alias tak ada waktu.

"Yang penting ada KTP cukup. Difoto saja bisa. Kalau mau perpanjang pajak lima tahunan tanpa BPKB juga bisa. Biasanya kalau yang seperti itu lewatnya saya," tutur dia.

Megi tak mau menjelaskan lebih rinci bagaimana cara mengurus pajak lima tahunan tanpa BPKB.

Ia pun juga tak mau membocorkan omset yang diterima dari jasa pengurusan pajak kendaraan.

Ketua Pansus Pajak Daerah DPRD Jateng, Agung Budi Margono, menyatakan usulan revisi Perda tentang pajak kendaraan bermotor itu diajukan pada 3 Juni 2020 dalam sidang paripurna kemarin.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved