Breaking News:

Berita Kudus

Doa Paguyuban Bos Dangdut Kudus, Dapat Izin Keramaian Konser: Kami Rela Ada Biaya Tambahan

‎Paguyuban Bos Dangdut Kabupaten Kudus berharap izin keramaian untuk penyelenggaraan konser dangdut bisa diterbitkan.

Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Koordinator Paguyuban Bos Dangdut Kabupaten Kudus, Blegooh Alun Sadayu 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - ‎Paguyuban Bos Dangdut Kabupaten Kudus berharap izin keramaian untuk penyelenggaraan konser dangdut bisa diterbitkan.

Koordinator Paguyuban Bos Dangdut Kabupaten Kudus, Blegooh Alun Sadayu mengatakan, siap menerapkan protokol kesehatan pada saat penyelenggaraan konser dangdut.

Dia rela menanggung biaya tambahan yang diperlukan untuk menerapkan protokol kesehatan karena pendapatannya sempat berhenti selama masa pandemi.

Mengintip Kekayaan John Kei, Rumah dan Mobil Harga Miliaran, Berseteru karena Masalah Tanah

Inilah Sosok Istri John Kei, Tetangga Ungkap Kebiasaanya Seperti yang Dilakukan Suami

Viral Video Pria Membeli Burung Lalu Dilepaskan di Hadapan Penjualnya, Netizen +62: Calon Suami Saya

Viral Jenazah yang Tertukar Nyaris Dikubur, Keluarga Baru Sadar Lihat Dokumen Kematian

"Kami siap melaksanakan protokol kesehatan, setiap pengunjung wajib cuci tangan dan mengenakan masker."

"Kalau tidak bawa masker kami siap," ujar dia, saat ditemui di Kantor DPRD Kudus, Rabu (24/6/2020).

Selama pelaksanaan konser, MC juga akan diminta untuk mengingatkan pengunjung untuk tetap mengenakan masker selama konser dangdut berlangsung.

‎"Nanti diingatkan MC terus untuk mengenakan masker," ujar dia.

Alun sapaannya menjelaskan, paguyuban yang anggotanya berjumlah 179 anggota tersebut menilai sudah saatnya konser dimulai lagi saat New Normal berlangsung ini.

Meskipun selama masa pandemi ini sebagian sudah ada yang membuat konser digital menggunakan live streaming Youtube.

Namun penghasilan dari sana dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kasihan teman-teman sudah ada yang membuat streaming konten Youtube tetapi juga tidak cukup," ujar dia.

Menurutnya pendapatan dari konser dangdut lebih besar, tarif untuk sekali konser sebesar Rp 8 juta hingga Rp 20 juta.

Selama tiga bulan terakhir, sudah ada sekitar 20 jadwal konser yang batal karena covid sehingga itu memberatkan pengusaha.

"Setiap daerah lain sudah mulai,‎ kami ingin Kudus juga begitu. Kemarin sudah 20 jadwal konser tertunda sehingga kami terdampak," ujarnya.

(raf)

Video Inspirasi Usaha, Budidaya Benih Lele dan Olahan Lele Bumbon

Bupati Menolak Izin Konser Dangdut Rhoma Irama dan Soneta Grup 4 Hari Sebelum Manggung

Cekcok dan Tak Dapat Perhatian Jadi Alasan Sherrin Tharia Gugat Cerai Zumi Zola

Wisuda Online USM, Ini Pesan Prof Muladi untuk Wisudawan

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved