Breaking News:

Virus Corona Jateng

Update: 1.639 Pasien Positif Corona Dirawat di Jawa Tengah 24 Juni 2020

ngka kasus corona di Jawa Tengah hingga Rabu (24/6/2020) sore, mencapai angka cukup fantastis.

Tribun Jateng/Restu Trisna Wardani
Ilustrasi Virus Corona Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka kasus corona di Jawa Tengah hingga Rabu (24/6/2020) sore, mencapai angka cukup fantastis.

Jika pada haei sebelumnya total ada 2.864 kasus, pada Rabu ini jumlah kasus corona ada di angka 3.349.

Dikutip dari www.corona.jatengprov.go.id, saat ini ada 1.639 pasien positif corona yang dirawat.

Jumlah ini melonjak lebih dari 300, sebab pada hari sebelumnya ada 1.315 pasien positif corona yang dirawat.

Kemudian untuk pasien yang sembuh, pada Rabu ini tercatat 1.455 pasien sembuh. Naik dari haei sebelumnya sebanyak 1.309 pasien. Sementara untuk jumlah pasien positif corona yang meninggal totalnya sejauh ini mencapai 255 kasus.

Adapun untuk kasus (Pasien Dalam Pengawasan) PDP, total kasusnya mencapai 8.123 kasus. Saat ini jumlah kasus dirawat karena PDP sebanyak 960 pasien, 6.047 sembuh, dan 1.16 dinyatakan meninggal dengan status PDP.

Untuk kasus Orang Dalam Pantauan (ODP), di Jawa Tengah saat ini jumlahnya sebanyak 47.523 kasus. Rinciannya, 1.304 berstatus dalam pemantauan, dan 46.228 selesai pemantauan.

Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo belum merespon ketika Tribunjateng.com mencoba mengkonfirmasi faktor di balik meningkatnya angka kasus corona di Jawa Tengah sampai pada Rabu ini. Termasuk juga mengenai perkembangan rapid dan swab test massal yang dilakukan di sejumlah wilayah di Jawa Tangah.

Hanya saja, dalam kesempatan belum lama ini, Yulianto mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan rapid dan swab test massal di tempat-tempat yang rawan atau berpotensi terjadinya penularan covid-19, seperti di pasar, mall, atau di pusat-pusat industri.
"Ya, memang kita mendorong untuk lebih banyak lagi dilakukan, terutama habis pasca lebaran. Kita memperluas tes itu ke suatu tempat atau lokasi yang mempunyai faktor resiko. Nah antara lain adalah kerumunan-kerumunan seperti pasar, lalu swalayan, ini minggu-minggu ini, nanti ke depan kita kembangkan lagi ke komunitas-komunitas industri. Di seluruh Jawa Tengah," kata Yulianto.

Ia menambahkan, pabrik-pabrik yang ditengarai terdapat kasus Covid-19 menjadi sasaran utama. Meski begitu, Yulianto mengatakan pihaknya hanya akan mengambil sampling pada saat melakukan tes.

Halaman
12
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved