Breaking News:

Berita Semarang

Kisah Petani Milenial: Awalnya Tak Laku, Kini Omzet Sayur Organik Merbabu Rp 300 Juta Per Bulan

Bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yadin Limpo saat singgah ke Desa Sidomukti memberi apresiasi atas usaha Shofyan.

Penulis: budi susanto | Editor: M Syofri Kurniawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bermodalkan lahan pertanian 10 hektar, Shofyan (25) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang merintis pertanian sayur organik di lereng Gunung Merbabu.

Usaha yang dirintis beberapa tahun lalu itu kini menjadi sorotan pemerintah pusat.

Bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat singgah ke Desa Sidomukti memberi apresiasi atas usaha Shofyan.

Viral 2 Wanita Jalani Sumpah Pocong Soal Tuduhan Miliki Ilmu Santet, Terbukti Berbohong Meninggal

Berikut Identitas Korban Kecelakaan di Tol Solo-Semarang, Sopir Meninggal Dunia

Warga Terbangun Dengar Suara Mirip Mercon saat Warung Makan Selebritis di Semarang Terbakar

Viral Ayah Gerebek Anak Perempuannya di Hotel Melati Bersama Pacar

Dibantu 24 pemuda desa, omzet sayur oraganik Shofyan mencapai Rp 300 juta setiap bulannya.

Ia mengaku awal merintis pertanian sayur organik, hasilnya tak laku di pasaran.

"Namun kami tak patah arang.

Karena konsep kami petani milenial, kami berfikir untuk meng endorse produk organik kami lewat Instagram," jelasnya kepada TribunJateng.com, Sabtu (27/6/2020).

Dilanjutkannya, akun Instagram Kementerian Pertanian ia sasar untuk memprosikan hasil pertanian organik Desa Sidomukti.

"Ternyata direpon secara baik, dan hampir dua tahun terakhir kami mendapat bantuan baik alat pertanian maupun penyuluhan.

Hasilnya produk pertanian kami berkembang pesat di pasaran," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved