Breaking News:

Berita Semarang

Kronologi Penangkapan Buronan 5,5 Tahun oleh Kejari Kota Semarang

Tim gabungan Kejati Jateng berhasil menangkap seorang buronan terpidana kasus tindak pidana perbankan dan pemalsuan surat, Farah Annisa Yustisia.

Tribun Jateng/ M Zainal Arifin
Asisten Bidang Intelijen Kejati Jateng, Emilwan Ridwan (kiri) bersama Kajari Kota Semarang, Sumurung Pandapotan Simaremare, memberikan keterangan pers di Kejari Kota Semarang, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim gabungan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah bersama Kejari Kota Semarang dan Kejari Kudus, berhasil menangkap seorang buronan terpidana kasus tindak pidana perbankan dan pemalsuan surat, Farah Annisa Yustisia (38), Senin (29/6/2020).

Farah merupakan warga Jalan Tumpang I/11, Kelurahan Bendanngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Farah dinyatakan melanggar Pasal 263 Ayat (1) jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kasusnya terjadi saat Farah masih bekerja di Bank Mandiri Cabang RSUP Kariadi.

Farah ditangkap setelah menjadi buronan selama 5,5 tahun sejak Mahkamah Agung (MA) menyatakan menolak upaya kasasi pada Desember 2014 lalu.

Sejak itu, ia lantas menghilang dan dinyatakan DPO.

"Kami menangkap terpidana Farah di Perumahan Bumi Rendeng Baru, Kabupaten Kudus. "

"Setelah penangkapan, yang bersangkutan langsung kami bawa ke Semarang," kata Asisten Bidang Intelijen Kejati Jateng, Emilwan Ridwan, di Kejari Kota Semarang.

Emilwan mengungkapkan, kasus tindak pidana perbankan dan pemalsuan surat yang dilakukan Farah telah merugikan negara sebesar Rp 2,2 miliar.

Kasusnya sebenarnya sudah diputus PN Semarang pada 8 Februari 2012.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved