Berita Pati

Pemkab Pati Salurkan Beasiswa Senilai Rp 2,6 Miliar pada Siswa SD dan SMP Kurang Mampu

Beasiswa ini disebut juga sebagai beasiswa transisi karena diberikan pada siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Noval
Sejumlah siswa SD/MI dan SMP/MTs mengikuti seremoni penyerahan beasiswa transisi di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyerahkan beasiswa bagi para siswa kurang mampu yang berprestasi.

Beasiswa ini disebut juga sebagai beasiswa transisi karena diberikan pada siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Seremoni penyerahan bantuan dilaksanakan secara terbatas di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (29/6/2020).

Kepala Disdikbud Pati Winarto mengatakan, sasaran beasiswa ini adalah siswa SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta yang kurang mampu dan berprestasi.

“Masing-masing siswa SD/MI menerima Rp 1 juta, sedangkan siswa SMP/MTs Rp 1,5 juta per siswa,” papar dia.

Total penerima beasiswa transisi pada 2020 ini ialah 2.202 siswa, terdiri atas 1.382 siswa SD/MI dan 820 siswa SMP/MTs. Adapun total nilai beasiswa yang bersumber dari APBD Kabupaten Pati ini ialah Rp 2,612 miliar.

“Tujuan penyerahan beasiswa ini ialah memberikan apresiasi dan motivasi kepada siswa yang berprestasi. Selain itu juga mengantisipasi terjadinya putus sekolah pada siswa SD dan SMP,” terang Winarto.

Sementara, Bupati Pati Haryanto menuturkan, program beasiswa ini sudah berjalan cukup lama.

“Beasiswa ini paling tidak sedikit membantu. Bisa dipakai untuk membeli alat tulis. Jadi, saya mohon nanti jangan digunakan yang tidak perlu,” pesan dia pada para perwakilan penerima bantuan.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga menyampaikan bahwa pembelajaran daring bagi para siswa, menurut edaran Kemdikbud, masih akan berlangsung hingga awal 2021.
“Itu pun secara bertahap. Sejauh ini baru sekira 85 kabupaten/kota zona hijau yang direkomendasikan (untuk kembali membuka pembelajaran tatap muka),” kata dia.

Haryanto mengatakan, terkait pembukaan kembali pembelajaran tatap muka, sebaiknya sekolah-sekolah mematuhi aturan yang ada. Sebab, jika anak-anak dibiarkan kembali ke sekolah di tengah pandemi yang belum berakhir ini, dikhawatirkan sekolah akan jadi klaster penularan covid-19 yang terbesar.

“Pemerintah sudah mengkalkulasi hal ini. Jadi kita harus hati-hati. Meski secara umum grafik penularan di Pati mulai melandai, kita tidak boleh gegabah. Saya minta anak-anak tidak menyepelekan hal ini,” tandas dia. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved