Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Tanggapi Pencabutan Maklumat Polri, Bupati Umi:Warga Kab Tegal Harus Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Beberapa sanksi tersebut di antranya membacakan Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan atau lagi nasional, dan membersihkan lingkungan

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah

"Bagi saya media itu perannya juga sangat penting, terutama untuk mencerdaskan warga dalam menyaring informasi.

Jangan sampai setelah maklumat dicabut masyarakat abai, karena pada saat maklumat masih ada apapun kegiatan yang menimbulkan keramaian harus izin dahulu," ujarnya.

Sementara itu, menanggapi permintaan dari seniman dan perias di Kabupaten Tegal yang ingin segera aktif kembali di masa pandemi corona, menurut Umi, pihaknya sudah menerima dengan baik aspirasinya dan rencana dalam waktu dekat akan mengadakan praktek, kaitannya penerapan SOP di lapangan seperti apa.

Umi menargetkan SOP bagi pelaku usaha sudah siap dalam minggu ini, untuk nantinya disimulasikan ke pekerja seni, perias, pedagang, pemilik cafe, dan lain-lain.

"Saya berharap minggu kedua SOP sudah siap, meskipun nantinya pemberlakuan tidak sama satu dengan lainnya karena ada rambu-rambunya sendiri. Seperti Car Free Day (CFD) yang sementara waktu tidak boleh diadakan terlebih dahulu. Selain itu, baik penjual dan pembeli tidak boleh membawa anak kecil," ungkapnya.

Umi menambahkan, sesuai instruksi Gubernur, di sektor wisata yang ada wahana kolam renangnya tidak boleh dibuka dulu karena dianggap masih terlalu beresiko.

Sedangkan untuk di objek wisata Guci, sampai saat ini masih dalam tahap persiapan SOP yang akan diberlakukan nantinya. Setelah semua sudah siap, baru masuk tahap simulasi.

"Intinya saya pribadi tidak tega melihat orang yang semula bergerak sekarang ini ekonominya lumpuh total. Sehingga kami sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasinya," imbuh Umi. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved