Breaking News:

Virus Corona Jateng

Update Virus Corona Jawa Tengah Senin 29 Juni 2020, Kasus Positif Mendekati Angka 4.000

Kasus corona atau covid-19 di Jawa Tengah hingga Senin (28/6/2020) masih terus bertambah.

kompas.com
Ilustrasi virus covid-19 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus corona atau covid-19 di Jawa Tengah hingga Senin (28/6/2020) masih terus bertambah.

Berdasarkan data yamg tertera di www.corona.jatengprov.go.id, saat ini kasus positif corona di Jawa Tengah mencapai angka 3.977 kasus.

Dari total kasus positif tersebut, 1.940 di antaranya berstatus dirawat.

Viral Foto Wajah Begal Tertangkap Layar Kamera HP Saat Istri Korban Video Call, Ini Faktanya

Rumah Anggota TNI Pelda Sugiman Dilempar Bom Molotov, 1 Pelaku Diburu

Mengintip Pasar Sehat di Kota Semarang Agar Masyarakat Tak Takut Covid-19

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kardi Warga Semarang Mendadak Meninggal, Angkot Hantam Motor Ojol

Kemudian 1.719 dinyatakan sembuh, dan 318 lainnya dinyatakan meninggal karena positif corona.

Adapun untuk kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), saat ini jumlahnya mencapai 8.653 kasus. 940 di antaranya saat ini dirawat, 6.522 sudah dinyatakan sembuh, dan 1.191 lainnya dinyatakan meninggal dengan status PDP.

Sementara itu, untuk angka kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP), saat ini mencapai 50.550 angka.

3.960 di antaranya dalam pemantauan, dan 46.590 dinyatakan selesai pemantauan..

Belum lama ini, merespon terkait meningkatnya jumlah kasus corona di Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan hal tersebut didasari makin banyaknya penemuan kasus lewat surveillance atau pelacakan yang masif oleh pihak pemerintah melalui dinas kesehatan, namun dengan sistematis dan terstruktur.

Pelacakan secara masif namun sistematis dan terstruktur yang dimaksud ini yakni dilakukan tidak secara acak. Melainkan berdasarkan populasi sampel.

"Kita memakai pola dalam suatu populasi. Lalu kita pilah dulu siapa yang PDP kita swab test, siapa yang ODP kita swab tes, siapa yang kontak erat kita swab tes.

Tapi kita juga melakukan suatu tes sampling di lokasi yang mempunyai faktor resiko tinggi," kata Yulianto.

"Misalnya kerumunan pasar atau mall, yang menurut kami memiliki resiko penularan yang tinggi itu kita lakukan tes. Yang pertama adalah dengan rapid test.

Nanti yang reaktif siapa baru kita lakukan pemeriksaan swab.

Sistematisnya seperti itu. Jadi tidak serta merta. Sebetulnya boleh, selama kapasitas laboratorium kita mampu atau cukup," pungkasnya.(*)

Sudah Transfer Rp 1,05 Juta, Iga Tertipu Beli Online Iphone 11 Murah, Paket Kiriman Isi Kartu Remi

Viral Anak Tega Akan Penjarakan Ibu Kandung Gara-gara Uang Warisan Rp 15 Juta, Ini Faktanya

Korban Pembacokan di Minimarket Semarang Menghembuskan Nafas Terakhir di Rumah Sakit

Kunjungi Komjen Pol (Purn) Noer Ali, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi Diguyur Petuah

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved