Dalam Rangka Harganas, Pramuka Sumpiuh Dukung 1 Juta Akseptor KB

Menurutnya kegiatan ini diadakan serentak di Indonesia dalam rangka Hari Keluarga Nasional

Istimewa
Pramuka Sumpiuh terlibat dalam pelayanan serentak sejuta Akseptor KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada Selasa (30/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pramuka Sumpiuh ikut terlibat dalam pelayanan serentak sejuta Akseptor KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada Selasa (30/6/2020).

Kecamatan Sumpiuh menyiapkan 6 tempat pelayanan KB yaitu di Puskesmas Sumpiuh 1, Puskesmas Sumpiuh 2, RS NU Sumpiuh, Puskesmas Pembantu Desa Selanegara, Puskesmas Pembantu Desa Kemiri, dan Kantor PLKB Posko Pencatatan dan Pelaporan.

Camat Sumpiuh, Ahmad Suryanto, mengatakan kegiatan diikuti sebanyak 242 Akseptor KB.

"Kegiatan ini berlangsung dengan menggunakan protokol kesehatan yang aman.

Dengan tetap menggunakan masker, pengecekan suhu dan cuci tangan atau menggunakan handsanitizer," ujarnya kepada TribunBanyumas.com, sebagaimana dalam rilis, Selasa (30/6/2020).

Menurutnya kegiatan ini diadakan serentak di Indonesia dalam rangka Hari Keluarga Nasional.

Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk menggiatkan kembali masyarakat, khususnya pada masa pandemi yang mengalami hambatan dalam ber KB karena khawatir kerumunan.

"Khawatirnya terjadinya Baby Boom karena apabila tidak diadakan kegiatan ini beresiko tinggi terjadinya Baby Boom," tambahnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Ny Erna Sulistyawati berharap dengan diadakannya kegiatan ini, dapat mempererat tali silaturahmi pada saat New Normal.

Selain itu supaya masyarakat mendapatkan pelayanan KB dengan baik, berjalan dengan baik dan menjadi keluarga yang Sejahtera.

"Dua anak lebih baik agar menjadi anak yang berkualitas dari pada punya anak banyak tetapi kurang terurus," ungkapnya.

Erna Husein menilai dengan adanya kegiatan ini para akseptor dapat melakukan KB dengan tenang.

Namun tetap menggunakan Protokol kesehatan dengan baik sehingga tidak Khawatir terkena Pandemi yang sedang mewabah.

"Kemudian masyarakat dapat merencanakan dan mengendalikan jumlah kelahiran sampai benar-benar siap untuk mempunyai anak kembali," pungkasnya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved