Wabah Virus Corona

Hermawan Saputra Menilai Pemerintah Salah Strategi Tangani Pandemi Corona Indonesia

Sejak diumumkan kasus perdana virus corona di Indonesia pada awal Maret lalu, hingga kini penularan covid-9 masih terus terjadi.

IST
Cegah Penyebaran Corona Mahasiswa Cepu Ini buat Kampanye #DiKosAja 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejak diumumkan kasus perdana virus corona di Indonesia pada awal Maret lalu, hingga kini penularan covid-9 masih terus terjadi.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus virus corona di Indonesia di atas 1000 kasus perhari.

Tentunya angka tersebut cukup mengkhawatirkan karena virus yang belum ada vaksinya ini cukup banyak menimbulkan korban jiwa.

Iran dan AS akan Bertemu Bahas Kesepakatan Nuklir Sehari Pascaperintah Penangkapan Donald Trump

Ribuan Anggota TNI-Polri Bersiaga Amankan Kedatangan 105 TKA China ke Kendari

12 Purel Digerebek Polisi Polda Layani Plus-plus di Room Karaoke, Segini Tarifnya

Demi Lolos dari Kepungan Polisi, Pembunuh Ini Lepaskan 12 Anjing Peliharaannya, Berakhir Begini

Menyikapi angka penambahan kasus virus corona yang cukup tinggi tersebut, anggota Tim Satgas Penanganan Covid-19 dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra menilai, ada yang salah dari strategi penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Sebab, menurut dia, sejak awal pemerintah tidak cukup dalam meminta pendampingan penanganan Covid-19 dari para ahli kesehatan masyarakat.

"Tetapi memang ada yang salah dalam strategi penanganan Covid-19 oleh pemerintah.

Pemerintah tidak cukup merekrut dan meminta pendampingan dari pakar kesehatan masyarakat, para ahli epidemiologi dan juga yang sifatnya berbasis komunitas," kata Hermawan pada Kompas.com, Senin (29/6/2020).

Hermawan mengingatkan, ada baiknya jika saat ini Presiden Joko Widodo tidak terjebak dalam penanganan Covid-19 berbasis infrastruktur atau pelayanan medis saja.

Namun, pencegahan Covid-19 di tingkat akar rumput juga harus menjadi perhatian yang serius.

"Tetapi juga pencegahan yang memang ini menjadi konten terbesar penanganan Covid-19 malah kurang diperhatikan," ujar dia.

Halaman
123
Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved