Berita Internasional

Iran dan AS akan Bertemu Bahas Kesepakatan Nuklir Sehari Pascaperintah Penangkapan Donald Trump

Ajang pertemuan Dewan Keamanan PBB yang digelar pada Selasa (30/6/2020) akan dimanfaatkan oleh AS dan Iran untuk membahas kesepakatan nuklir Iran 2015

AP/IAN MAULE
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di BOK Center, Tulsa, Oklahoma, pada Sabtu (20/6/2020). 

TRIBUNJATENGCOM, WASHINGTON DC  - Ajang pertemuan Dewan Keamanan PBB yang digelar pada Selasa (30/6/2020) akan dimanfaatkan oleh AS dan Iran untuk membahas kesepakatan nuklir Iran 2015.

Rencananya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dan Menlu Iran Mohammed Javad zarif akan bertemu di acara tersebut.

Pertemuan itu dijadwalkan oleh badan paling kuat di PBB sehari setelah Iran mengeluarkan surat perintah penangkapan Presiden AS Donald J Trump.

Ribuan Anggota TNI-Polri Bersiaga Amankan Kedatangan 105 TKA China ke Kendari

12 Purel Digerebek Polisi Polda Layani Plus-plus di Room Karaoke, Segini Tarifnya

Viral Video Skandal Seks di Dalam Mobil PBB di Israel, Pria Wanita Mobil Goyang di Kursi Tengah

Inilah Sosok Polisi Ganteng AKP Priyo Suhartono, Tolak Laporan Anak Akan Penjarakan Ibu Kandung

Iran juga meminta bantuan interpol untuk menangkap Trump karena bertanggung jawab atas serangan pesawat nirawak yang menyebabkan kematian seorang jenderal terkemuka, Qasem Soleimani.

Trump yang tidak takut ditangkap oleh Interpol lantas merespons tidak akan mempertimbangkan permintaan Iran.

Aksi Iran tersebut tak pelak semakin meningkatkan ketegangan antara Iran dan AS sejak Trump secara sepihak menarik AS dari perjanjian nuklir tersebut pada 2018 dan menerapkan sanksi kembali terhadap Iran.

Lima negara lain yang menandatangani perjanjian nuklir yakni Rusia, Cina, Inggris, Perancis, dan Jerman, tetap memiliki komitmen.

Mereka berpendapat perjanjian tersebut adalah kunci agar Badan Energi Atom kembali melanjutkan inspeksinya dan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Masalah utama yang akan mereka bahas akan menjadi ketentuan dalam rsebuah resolusi yang menyetujui kesepakatan nuklir yang menyerukan pencabutan embargo senjata PBB terhadap Iran pada pertengahan Oktober.

Sementara dalam pemerintahan Trump sendiri menentang keras pencabutan embargo senjata.

Halaman
123
Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved