Virus Corona Jateng

Jokowi Bicara Ekonomi Minus Dampak Covid-19, Kepala Daerah Diminta Atur Rem dan Gas

"Ini tanggung jawab semuanya agar menjaga berjalan dengan baik. Saya titip, yang kita hadapi ini bukan urusan krisis kesehatan saja, tapi juga ekonomi

Istimewa
Presiden Jokowi (kiri) didampingi Gubernur Ganjar memberikan pemaparan penanganan Covid-19 kepada kepala daerah di Jateng melalui video converence dari Gedung Gradhika Bakti Praja kompleks Kantor Gubernur Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saat kunjungan kerja di Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bicara terkait dampak pandemi virus corona Covid-19, Selasa (30/6/2020).

Dampak yang ditimbulkan, kata dia, tidak hanya krisis kesehatan, melainkan juga krisis ekonomi.

Ekonomi dunia, termasuk dunia masuk dalam jurang resesi atau kemerosotan.

Cek di Sini, Daftar Lengkap Harga Sepeda Lipat, Pacific Polygon United, Buat Pegangan Sebeum Beli

Promo Superindo Hari Kerja 29 Juni-2 Juli 2020, Diskon hingga 40 Persen, Shampo hingga Minyak Goreng

Undang Rhoma Irama dan Penyayi Top Lain saat Hajatan, Ini kata Pak Camat Soal Sosok Warga Pamijahan

Klarifikasi Baim Wong Saat Disebut Berseteru dengan Nikita Mirzani Soal Karyawan

"Wabah Covid-19 telah menghantam sisi ekonomi. Yang kita lihat, mulai dari demand (permintaan), suplai hingga produksi terganggu.

Tidak normal lagi," kata Jokowi di hadapan kepala daerah se-Jateng melalui video converence dari Gedung Gradhika Bakti Praja kompleks Kantor Gubernur Jateng.

Ancaman krisis di bidang ekonomi terjadi lantaran tidak jelas kapan pandemi berakhir.

Jika terus menerus terjadi, ia juga khawatir pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II terkoreksi lebih dalam alias minus akibat pandemi corona.

"Pada kuartal I, bisa tumbuh di atas 5 saat normal. Tapi kuartal I (saat pandemi) kita bisa tumbuh 2,97. Masih bisa tumbuh. Tapi pada kuartal II, khawatir di posisi minus," jelasnya.

Ia pun mengatakan semua negara mengalami kontraksi ekonomi. Diperkirakan di tahun 2020 ekonomi dunia akan terkontraksi -6 persen sampai -7,6 persen.

"Artinya apa, dunia sudah masuk ke yang namanya resesi. Dan bahkan saya sampaikan, tahun ini Singapura diprediksi -6,8 persen, Malaysia -8 persen, AS -9,7 persen, Inggris -15,4 persen, Jerman -11,2 persen, Prancis -17,2 persen, Jepang -8,3 persen," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved