Breaking News:

Berita Sragen

Kesembuhan Kasus Covid-19 di Sragen Capai 78%, Wabup: Kami Lakukan Sesuai Arahan Presiden

Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno sampaikan Sragen telah menerapkan instruksi Presiden Jokowi untuk melakukan penekanan kasus Covid-19 di tingkat D

TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno didampingi jajaran Forkopimda ketika ikuti pengarahan Presiden, Selasa (30/6/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno sampaikan Sragen telah menerapkan instruksi Presiden Jokowi untuk melakukan penekanan kasus Covid-19 di tingkat Desa.

"Semua yang disampaikan, arahan dari pak Presiden itu semua sudah dilakukan di Kabupaten Sragen termasuk tingkat penanganan Covid-19 di tingkat RT, RW Desa itu sudah ada satgasnya sendiri," kata Dedy usai ikuti pengarahan Presiden, Selasa (30/6/2020).

Satgas tersebut dikatakanya mampu menekan angka peningkatan Covid-19 rendah sementara angka penurunan sangat signifikan.

Dedy menyampaikan tingkat kesembuhan di Sragen mencapai 39 orang atau 78% dan tingkat kematian satu orang atau 2% dari angka 50 kasus Covid-19 di Sragen.

Satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia dikatakan Dedy mempunyai penyakit bawaan dan berada di usia rentan. Selain tingkat kesembuhan tinggi, tingkat penyebaran juga rendah.

"Transmisi lokal hanya 3 kasus atau 6% dari 50 kasus, yang kontak erat hanya satu kasus, berarti tingkat penyebaran di lokal itu kecil. Kami sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kita bisa mengarah ke zona hijau," kata Dedy.

Kendati telah memikirkan zona hijau, Dedy menyampaikan pihaknya masih menunggu beberapa waktu dan butuh kajian atau dari segi sains seperti yang diharapkan presiden.

"Tapi sampai detik ini 10 hari tidak ada penambahan kasus Covid-19 yang signifikan dari lokal, semua dari luar daerah kalau tidak ada penambahan dalam waktu dekat saya berharap bisa beralih ke zona hijau," harapnya.

Selain itu, Dedy juga menyampaikan PDP dan ODP di Sragen menurun signifikan terbukti dengan ruang isolasi RSUD dr Soeratno Gemolong saat ini kosong.

Dalam arahannya kepada gubernur, bupati dan walikota se Jateng, Presiden Jokowi memang meminta penekanan kasus Covid-19 ditekan dari RT, RW hingga desa.

Jokowi juga menyampaikan kepala daerah agar tidak sembarang mengeluarkan kebijakan tanpa ada kejelasan data dan juga dari segi sains.

Presiden juga mendesak agar pembelanjaan
Bansos bisa disegerakan agar kebutuhan sosial masyarakat bisa terpenuhi terutama yang terdampak Covid-19.

"Stimulus ekonomi usaha kecil anggaran juga disipakan dari pusat, gubernur, sampai walikota atau bupati secara berlapis, seluruhnya menyiapkan," katanya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved