Berita Semarang

Pendapatan Daerah Kota Semarang Capai 52%, Pembayaran Pajak Sektor Pariwisata Sempat Tertunda

Pembayaran pajak daerah khususnya sektor pajak hotel, restoran, dan hiburan untuk masa pajak Maret, April, dan Mei 2020 sudah dapat dibayarkan mulai R

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Bapenda Kota Semarang, Agus Wuryanto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembayaran pajak daerah khususnya sektor pajak hotel, restoran, dan hiburan untuk masa pajak Maret, April, dan Mei 2020 sudah dapat dibayarkan mulai Rabu (1/7/2020) besok.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Agua Wuryanto mengatakan, selama tiga bulan masa pandemi Covid-19, wajib pajak di sektor tersebut memang diberi keringanan untuk menunda pembayaran pajak. Namun, mulai Juli ini mereka bisa mulai membayar pajak tanpa dikenai denda.

"Kami beri stimulus mereka tanpa ada denda. Kami menunggu realisasinya karena selama tiga bulan ini pajak-pajak dari sektor wisata memang belum masuk," kata Agus, Selasa (30/6/2020).

Mahasiswa dan Dosen Uniba Solo Gelar Demo, Rektor Lepas Baju dan Nyatakan Mundur

Kunjungi Komjen Pol (Purn) Noer Ali, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi Diguyur Petuah

Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 30 Juni 2020, Ada yang Turun Harga

Klarifikasi Baim Wong Saat Disebut Berseteru dengan Nikita Mirzani Soal Karyawan

Diakuinya, selama pandemi Covid-19, pendapatan pajak dari sektor hiburan diantaranya SPA dan karaoke memang tidak ada. Namun, dia memperkirakan masih ada pendapatan dari pajak hotel meskipun jumlahnya hanya ratusan juta saja. Pasalnya, okupansi hotel di masa pandemi hanya sekitar 10 persen.

"Yang nol memang di sektor hiburan, tapi diperkirakan masih ada pendapatan dari pajak hotel walapun sangat rendah hanya ratusan juta saja," ujarnya.

Meskipun terdapat pendapatan pajak yang terdampak akibat Covid-19, Agus menilai, pendapatan daerah secara keseluruhan masih bagus.

Realisasi pendapatan daerah Kota Semarang secara keseluruhan hingga akhir semester satu tahun anggaran 2020 telah mencapai 52 persen dari target pendapatan APBD revisi pasca Covid-19 yakni Rp 3,8 triliun. Pendapatan daerah tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan pendapatan lain-lain.

Ralisasi PAD sendiri juga sudah cukup baik yakni sudah mencapai 61 persen dari target Rp 1,5 triliun.

"PAD kan ada dari pajak daerah, retribusi, dan PAD lain yang sah. Sementara untuk pajak daerah sendiri realisasinya Rp 742 miliar," tambah Agus.

Satu diantaranya beberapa pajak daerah yang cukup mendongkrak pendapatan yakni pajak bumi dan bangunan (PBB). Realisasi PBB hingga akhir semester satu ini sudah mencapai 80 persen dari target Rp 416 miliar. Hal ini juga dampak positif dari adanya diskon PBB yang diberikan Pemerintah Kota Semarang sejak April lalu hingga Juni.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved