Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

DPPKBP3A Banyumas Berikan Pelayanan KB Serentak ke 5.732 Akseptor

Memperingati Hari Keluarga Nasional Tahun 2020, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
Erna Husein bersama (DPPKBP3A) Banyumas manangani pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak kepada 5.732 akseptor, pada Rabu (1/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Memperingati Hari Keluarga Nasional Tahun 2020, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Banyumas manangani pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak kepada 5.732 akseptor.

Kegiatan tersebut adalah dalam mendukung pelayanan satu juta akseptor peringatan Harganas tingkat Nasional.

Bertempat di Pendopo Sipanji, Purwokerto Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan jika peringatan Harganas dimaksudkan mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Dampak dari pandemi corona tidak hanya berimbas pada masalah kesehatan saja, namun telah merambah pada hampir semua sektor kehidupan, termasuk pelaksanaan program keluarga berencana.

Diindikasikan pada saat ini ada pengguna kontrasepsi tidak yang drop out karena ada ketakutan dalam pelayanan KB.

Oleh karena itu, pelayanan KB serentak ini menjadi strategis karena dapat meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas.

Meningkatkan komitmen pemerintah pusat, daerah serta mitra kerja tentang program keluarga berencana, serta tercapainya kinerja program bangga kencana (program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana).

Bupati berharap acara ini bukan hanya acara seremonial saja, Bupati mengajak kepada semua pihak untuk bisa menjadi pelopor dan pendorong bagi masyarakat tetap melakukan KB untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera.

"Saya juga meminta kepada DPPKBP3A dan Petugas KB-nya untuk memberi pengertian kepada para pria agar mau ber KB.

Jangan perempuan saja yang jadi obyek, saya sudah mencontohkan 4 tahun lalu, ternyata badan lebih sehat dan menurut istri saya lebih kuat," kata bupati kepada Tribunbanyumas.com, sebagaimana dalam rilis, Rabu (1/7/2020).

Plt Kepala DPPKBP3A Kabupaten Banyumas Dwi Mulyatno mengatakan dilaksanakannya pelayanan serentak sejuta akseptor adalah agar kebutuhan akan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur bisa terpenuhi guna melindungi kehamilan yang tidak diinginkan.

Selain itu juga ada kekhawatiran terjadinya Baby Boom karena banyak ibu hamil.

"Pada harganas target nasional satu juta akseptor, target Jateng 147.654 dan Banyumas menargetkan 4.736 akseptor dengan perincian IUD/Implan 1.108 Suntik  768 pil/kondom 2.859," jelasnya.

Target itu terlampaui karena sampai akhir kegiatan akseptor mencapai 5.732 dengan perincian IUD 604 Akseptor, kondom 646, implant 1.590, suntik 1.566 dan Pil 1324 serta 1 orang MOP.

Ada akseptor pria dengan metode MOP yaitu Camat Kemranjen Dwi Iwaran Sukma.

Meski bukan program utama pada Harganas ini menurut Mulyatno, Camat Kemranjen mengikuti jejak Bupati Banyumas Achmad Husein dan Nungky Harry Rachmat saat itu camat Sumbang yang juga mengikuti KB dengan metode MOP. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved