Breaking News:

Virus Corona Jateng

Dampak Corona, Pengusaha Sound System Tegal Kehilangan Pendapatan Sampai Ratusan Juta.

Adanya aturan tidak boleh mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti hajatan, pentas seni, atau pun hiburan, pelaku usaha terdampak

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA
penyelenggaraan simulasi hajatan dan gelaran seni di masa pandemi covid-19. Kegiatan ini berlokasi di Pendopo Amangkurat Pemda Tegal, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Adanya aturan tidak boleh mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti hajatan, pentas seni, atau pun hiburan, membuat pelaku usaha yang bergerak di bidang kesenian merasakan imbasnya.

Satu di antaranya yaitu Pengusaha Sound System di Kabupaten Tegal, Abdul Rohim (51), yang mengaku terdampak corona karena sudah selama empat bulan tidak melakukan kegiatan apapun.

Job atau pesanan yang seharusnya berlangsung pada bulan Maret - Juli, terpaksa tidak bisa dilaksanakan karena adanya pandemi Covid-19 ini.

Ibu Rumah Tangga di Solo Positif Corona, Riwayat Pergi ke Yogyakarta Naik Mobil Cuma Mampir Makan

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Hendro Tewas Kecelakaan Tabrak Mobil Warga Purworejo Saat Menyalip

Utang Berujung Maut, Sang Ayah yang Berhutang, Siswi SMP Ini Diperkosa dan Dibunuh Pemberi Utang

Setelah Tes Swab, Bupati Banyumas Achmad Husein Susah Berkata-kata: Jebul Kaya Kiye. . .

Karena customer yang sudah booking ada yang menunda, bahkan membatalkan pesanannya dan kondisi ini cukup memprihatinkan jika tidak ada upaya apapun.

"Membahas kerugian selama empat bulan tidak ada kegiatan apapun, sebenarnya bergantung setiap individu jadi ya relatif. Ada yang Rp 200 jutaan, bahkan Rp 500 jutaan juga ada.

Karena bisnis sound system ini kan ada yang kecil dan besar, jadi ya menyesuaikan," jelas Rohim, pada Tribunjateng.com, Kamis (2/7/2020).

Bahkan, Rohim mengaku, Ia dan teman-temannya yang satu profesi sampai menjual barang-barang di rumah, atau peralatan sound system nya untuk bertahan hidup.

Jadi sementara waktu, para owner bisnis sound system ini beralih profesi menjadi pedagang.

Adapun kondisi ini, sudah dirasakan oleh Rohim dan rekan-rekannya sejak pertengahan Maret 2020 sampai sekarang.

"Mulai pertengahan Maret, job ada yang pending ada juga yang membatalkan bahkan sampai bulan Agustus 2020.

Kalau saya pribadi, job yang dibatalkan ada sekitar 40 titik dari Maret - Juli 2020 yang Agustus belum saya hitung," pungkasnya. (dta)

Pelawak Andre Taulany Tembak Azis Gagap Hingga Berdarah, Berawal dari Gimmick

Setelah Tes Swab, Bupati Banyumas Achmad Husein Susah Berkata-kata: Jebul Kaya Kiye. . .

Kapolda Marah dan Copot Pangkat 9 Polisi Kasus Narkoba dan Desersi

Pecahkan Kepala Saya Dulu Baru Saya Sehat, Kata Pije Pembakar Mobil Alphard Putih Via Vallen

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved