Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

RSUD Bung Karno Solo Direncanakan Jadi Pusat Pengobatan Tradisional

Rudy menyampaikan, setelah berbincang dengan Menkes, RSUD Bung Karno akan dijadikan sebagai rumah sakit umum daerah pusat pengobatan herbal

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Pertemuan tertutup Menkes, Terawan Agus Putranto bersama Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo beserta pegawai RSUD Bung Karno Solo, Jumat (3/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno direncanakan akan menjadi pusat pengobatan tradisional di wilayah Kota Bengawan.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo saat mendampingi Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengunjungi RSUD Bung Karno Solo pada Jumat (3/7/2020).

Dari pantauan Tribunjateng.com, setibanya di rumah sakit daerah tersebut sekira pukul 10.00 rombongan melanjutkan peninjauan dan pertemuan tertutup di aula lantai 5 RSUD Bung Karno Solo.

Rudy menyampaikan, setelah berbincang dengan Menkes, RSUD Bung Karno akan dijadikan sebagai rumah sakit umum daerah pusat pengobatan herbal.

Demi Tutupi Kejahatannya, Bahar Bangun Mushola di Atas Jasad Ayahnya yang Dicor, Ia Divonis 20 Tahun

Kevin Julio Ungkap Honor Pertamanya Jadi Figuran: Syuting Seharian Rp 25 Ribu

Jenazah Terbukti Negatif Covid-19, 10 Makam Dibongkar Keluarga

Pasien Positif Covid-19 Kendal Tembus 66 Orang, Kasus Terbanyak di Kaliwungu, Ini Daftar Lengkapnya

"Disupport oleh bapak menteri, untuk SDM maupun pendampingan.

Hari ini sekalian menengok ke Tawangmangu (Balai pengembangan tanaman obat dan tradisional)," katanya di sela melakukan kunjungan.

Dengan rencana dijadikannya RSUD Bung Karno Solo menjadi pusat pengobatan tradisional, lanjut Rudy, bahan-bahan obat yang akan digunakan bisa diambilkan dari wilayah Tawangmangu.

"Saya hanya ilmu nalar saja, kalau besok rumah sakit tradisional berkembang, usia orang Indonesia lebih dari 80 tahun.

Karena tidak ada HD (hemodialisa), ginjalnya tidak ada yang rusak," ucapnya.

Sementara itu, Terawan mengungkapkan, pengobatan tradisional merupakan kearifan lokal yang harus ditonjolkan.

Nantinya pusat pengobatan herbal ini akan bisa menjadi medical tourism.

"Siapa tahu hasil riset-riset tradisional bisa jadi penanganan covid-19 dan sebagainya. Ada tempat pelayanan, ada tempat pengembangan, riset dan teknologi," ungkapnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved