Breaking News:

Berita Pati

Wabup Pati Safin Tolak Kapal Asing Masuk Perairan Nusantara

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin meyakini, para nelayan lokal sanggup memaksimalkan potensi perikanan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin ketika menjadi pembicara dalam Webinar Kelautan dan Perikanan bertema “Kontribusi Sektor Perikanan Tangkap terhadap Peningkatan dan Penyerapan Tenaga Kerja di Jawa Tengah” yang diadakan oleh Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro, Jumat (3/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin meyakini, para nelayan lokal sanggup memaksimalkan potensi perikanan yang ada di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang ada di Indonesia.

Karena itu, ia berharap tidak ada lagi kapal nelayan asing yang diizinkan masuk ke perairan Indonesia.

“Izin masuk untuk kapal asing itu, kan, ada pada pemerintah pusat."

"Kalau sampai ada kapal asing diizinkan masuk, ini kebangetan, tidak fair."

"Kalau nelayan kita sudah mampu, kenapa mesti dikasih ke asing."

"Ini laut kita, hak anak bangsa kita, kasihlah pada nelayan Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Safin ini, Jumat (3/7/2020).

Hal tersebut diutarakannya ketika menjadi pembicara dalam Webinar Kelautan dan Perikanan bertema “Kontribusi Sektor Perikanan Tangkap terhadap Peningkatan dan Penyerapan Tenaga Kerja di Jawa Tengah” yang diadakan oleh Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro.

Didampingi pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Pati, Safin mengikuti acara tersebut dari Ruang Pati Command Center, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

Komentar itu ia berikan sebagai tanggapan atas isu keberadaan kapal-kapal trawl/trol asing yang menangkap ikan di teritori Indonesia.

“Kalau memang ada dan nyata bahwa kapal-kapal trawl asing bisa mencari ikan di laut indonesia, Ini menjadi problem. Jadi pertanyaan dan gejolak."

"Nelayan kita ini piawai, pandai memodifikasi alat tangkap yang ada,” tegas dia.

Pada kesempatan tersebut, Safin juga percaya diri mengungkapkan bahwa nelayan Kabupaten Pati pun sanggup menggantikan nelayan-nelayan asing itu.

Hal ini mengingat banyaknya jumlah kapal nelayan berkapasitas besar di Pati.

Ia menyebut, dari total 874 kapal berkapasitas di atas 30 Gross Tonnage (GT) yang ada di Jawa Tengah, 576 di antaranya ada di Kabupaten Pati. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved