Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Gunakan Empat Bus, PCNU Pati Berangkatkan 93 Santri ke Pesantren Lirboyo

Adapun titik awal pemberangkatan ialah halaman Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pati

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
Istimewa
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati memberangkatkan 93 santri ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Senin (6/7/2020). Adapun titik awal pemberangkatan ialah halaman Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati memberangkatkan 93 santri ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Senin (6/7/2020).

Para santri yang tergabung dalam Himpunan Santri Pati Lirboyo (Hispal) itu diberangkatkan menggunakan empat unit bus.

Adapun titik awal pemberangkatan ialah halaman Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pati.

Sebelumnya, PCNU Pati juga memfasilitasi para santri tersebut untuk mengikuti rapid test gratis, Sabtu (4/7/2020) kemarin.

Kegiatan rapid test gratis tersebut terlaksana atas inisiatif PCNU Pati Peduli Covid-19 dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU Pati, berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati.

"Para santri tersebut telah diberangkatkan menuju Pesantren Lirboyo. Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal afiat, selamat sampai tujuan," ungkap Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim ketika dihubungi Tribunjateng.com.

Ia menambahkan, penggunaan empat unit bus sekaligus dimaksudkan agar jumlah penumpang dalam masing-masing bus tidak terlalu banyak, sehingga protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik.

"Ini adalah upaya kami untuk memfasilitasi santri kembali ke pondok, terutama pondok di luar kota. Sebab mereka adalah bagian dari SDM NU dan pesantren adalah induk semang dari NU," papar KH Yusuf Hasyim, ketika diwawancarai Tribunjateng.com kemarin.

Ia menjelaskan, fasilitasi rapid test dan pemberangkatan santri ini merupakan tahap pertama. Diupayakan akan dilakukan tahap-tahap berikutnya. Sebab, pihaknya telah mengajukan permohonan ke Gugus Tugas setempat untuk sebisa mungkin memfasilitasi seluruh santri Pati yang membutuhkan.

"Di samping itu, alhamdulillah kami di NU banyak mendapat donasi dari berbagai pihak. Mereka turut membantu para santri kembali ke pesantren, bukan hanya rapid, melainkan juga mengawal santri sampai kembali ke pondok," jelas dia.

Mengenai santri dari luar daerah yang mondok di Pati, KH Yusuf Hasyim mengatakan, pelaksanaan rapid test untuk mereka mengikuti daerah asal masing-masing.

Selain itu, lanjut dia, ada pula beberapa pesantren yang sudah menyiapkan rapid test mandiri, di antaranya Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Ulum (YPRU) Guyangan, Trangkil.

"Secara keseluruhan, dari sekitar 220 pesantren di Pati, jumlah santri ada 19 ribu lebih. Jadi tidak mungkin kami fasilitasi rapid test (gratis) semua. Maka kami fasilitasi khususnya yang pesantrennya di luar Pati," ungkap dia.

Adapun untuk para santri yang mondok di Pati, pihaknya sudah memohon ke Gugus Tugas untuk memberikan pelayanan pembuatan surat keterangan sehat secara gratis di Puskesmas.

"Meski ada beberapa Puskesmas yang belum menyiapkan, kami sudah komunikasi dengan Gugus Tugas dan DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten)," tandas KH Yusuf Hasyim. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved