Breaking News:

Berita Kudus

‎Bangkit Dari Pandemi, Komunitas Kopi Muria Tawarkan Edukasi Wisata Bulan Depan

Dia mengatakan, masih menunggu izin dari Pemkab Kudus untuk membuka tempat edukasi wisata itu bagi masyarakat

Istimewa
Plt Bupati Kudus, HM Hartopo, mengunjungi basecamp Komunitas Kopi Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Komunitas Kopi Muria akan membuka Basecamp Edukasi Wisata Kopi pada bulan Agustus 2020 mendatang di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Ketua Komunitas Kopi Muria, Pujiharto mengatakan, ‎edukasi wisata kopi tersebut untuk memulihkan gairah wisatawan akibat pandemi yang berlangsung sejak bulan Maret 2020 lalu.

‎"Sejak bulan Maret, bahkan sebelumnya sudah sepi. Omzet kami turun sampai 90 persen dari kondisi normal," jelas dia, Selasa (7/7/2020).

Dia mengatakan, masih menunggu izin dari Pemkab Kudus untuk membuka tempat edukasi wisata itu bagi masyarakat.

Saat ini, pihaknya juga sudah menyiapkan protokol kesehatan ‎untuk para pengunjung yang datang.

"Waktu yang tepat tanggal berapa kami akan buka ini masih mencari. Protokol kesehatan dengan memakai masker dan hand sanitizer saat masuk tetap dilaksanakan," ujarnya.

Edukasi wisata kopi itu mengusung konsep dengan mengajak wisatawan untuk berkeliling kebun.

Sembari para wisatawan bisa memetik buah kopi yang kebetulan bersamaan dengan panen raya.

"Bulan Agustus ini panen raya, sekaligus kami soft opening base camp," jelasnya.

Dia menjelaskan, Komunitas Kopi Muria yang beranggotakan 20 orang tersebut mengelola sedikit 240 hektare perkebunan kopi.

Satu hektare lahan berpotensi dapat menghasilkan sedikitnya 3-4‎ ton biji kopi dalam setahun.

"Setiap anggota panennya berbeda, saya sendiri tahun ini panen sekitar enam ton," jelas dia.

Kopi produksi dari pegunungan Muria itu diolah dalam bentuk roast bean, green bean, hingga dalam kemasan bubuk.

Rencananya, dia akan menjual kopi Muria tersebut dalam kemasan kecil sehingga bisa menjangkau masyarakat luas.

"Selama ini kebanyakan ukuran besar, yang harganya Rp 25 ribu per bungkus. Saya inginya ada kemasan kecil yang sebungkusnya Rp 3.000," ujarnya. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved