Breaking News:

Berita Salatiga

Tahun 2020, Pemkot Salatiga Turunkan Target Pajak Hotel dan Restoran

Pemkot Salatiga menurunkan target pendapatan dari sektor pajak hotel dan restoran tahun 2020 dari sebelumnya Rp 12 miliar menjadi Rp 6 miliar.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Suasana Kantor Pemkot Salatiga di Jalan Sukowati. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menurunkan target pendapatan dari sektor pajak hotel dan restoran tahun 2020 dari sebelumnya Rp 12 miliar menjadi Rp 6 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Salatiga Adhi Isnanto mengatakan penurunan itu lantaran di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) Pemkot terhitung sejak Maret hingga Mei 2020 tidak memungut pajak hotel dan restoran.

"Jadi kalau kami kalkulasi ada penurunan pendapatan pungutan pajak hotel dan restoran sebesar 50 persen atau dari Rp 12 miliar menjadi Rp 6 miliar," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (7/7/2020).

Tok! Kapolrestabes Semarang Kalah di Praperadilan, Penetapan Tersangka Bos Aguaria Jadi Tidak Sah

Info Gempa Hari Ini: Terjadi Gempa di 3 Wilayah Pulau Jawa hingga Siang, Semua di Atas M 5,0

Kronologi Kecelakaan di Krapyak Semarang hingga Tewaskan Pejalan Kaki, Pandangan Terhalang Mobil

Ditanya tentang Dr Reisa, Jawaban Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana: Ada Suasana Berbeda

Ia menambahkan, pada periode Juni sampai Juli 2020 Pemkot Salatiga juga memberikan keringanan pajak hotel dan restoran sebesar 50 persen dari pengenaan pajak omzet hotel dan restoran.

Dikatakannya, atas kebijakan itu berdampak pada realisasi penerimaan pajak hotel dan restoran pada 2020 ini menurun dari penerimaan tahun lalu.

"Maka kami realistis target tahun ini, realisasi penerimaan pajak hotel dan restoran maksimal sebesar Rp 6 miliar sudah bagus,” katanya

Pihaknya menyatakan, sejak pandemi virus Corona sektor perdagangan dan jasa di Salatiga lesu. Tingkat hunian (okupansi) hotel dan omzet penjualan restoran juga menurun drastis.

Akibatnya, pelaku usaha perhotelan dan restoran bangkrut. Pemkot Salatiga terus mencari formula yang tepat untuk memulihkan sektor perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Terpisah Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengungkapkan, dunia usaha di Kota Salatiga sepanjang pandemi Covid-19 terpuruk.

"Hampir semua usaha saat ini dalam kondisi memperihatinkan lantaran situasi pasar yang sedang lesu. Semua usaha terkena dampak pandemi Covid-19," ujarnya

Politisi Partai Gerindra itu menyebut mulai dari UMKM, restoran, hotel dan lainnya dalam kondisi terpuruk selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Dia menjelaskan, Pemkot Salatiga mengaku siap membantu para pelaku usaha mulai dari UMKM, restoran, perhotelan dan lainnya dalam membangkitkan usahanya.

“Tidak hanya itu saja. Pemkot akan bekerja keras untuk memulihkan ekonomi masyarakat agar bisa kembali seperti semula, bahkan lebih baik lagi,” jelasnya. (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved