Berita Video
Video Barista Pekalongan Bikin Latte Art Gambar Covid-19
Menyiasati persaingan itu, seorang barista kopi mencoba memanfaatkan Covid-19 sebagai menu baru, yakni kopi Latte Art Covid-19.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Berikut ini video barista Pekalongan bikin Latte Art Gambar Covid-19.
Bisnis kedai kopi di Pekalongan memang saat ini tumbuh cepat, tidak hanya di wilayah Kota Pekalongan, namun sudah menjamur di wilayah pegunungan.
Banyaknya kedai kopi, membuat para barista untuk terus berinovasi agar bisa bersaing.
Di tengah persaingan usaha kedai kopi, menuntut barista untuk terus melahirkan kreasi-kreasi baru agar bisa bertahan.
Menyiasati persaingan itu, seorang barista kopi mencoba memanfaatkan Covid-19 sebagai menu baru, yakni kopi Latte Art Covid-19.
M Airul Yaqim, barista kedai Kopi Bias di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah memanfaatkan pandemi virus corona atau Covid-19 untuk menambah menu baru di kedai miliknya.
Alhasil, dengan sajian kopi Latte Art Covid-19 berhasil menarik pelanggan baru.
Dalam sehari, kedai kopi bias yang terletak di Desa Larikan, Kecamatan Diri atau tepatnya di Jalan Raya Doro-Karanganyar, Kabupaten Pekalongan ini bisa menjual hingga puluhan gelas kopi Latte Art Covid-19.
M Airul Yaqim, barista kedai kopi bias yang sekaligus pemilik kedai mengatakan, ide membuat Latte Art corona karena terinspirasi kondisi saat ini yang masuk new normal.
"Beberapa bulan yang lalu, kita mengalami fase karantina wilayah akibat virus corona."
"Sehingga, semua kedai tutup atau tidak melakukan aktivitas."
"Nah, saat ini sudah memasuki new normal."
"Menyambut fase itu, saya membuat inovasi Latte Art berbentuk corona," kata Airul saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (6/7/2020) sore.
Selain itu juga, kopi Latte Art corona tersebut sebagai penggingat agar para pelanggan tetap menjaga protokol kesehatan.
"Kami pemilik kedai juga, menerapkan protokol kesehatan untuk pengunjung yang akan masuk ke kedai."
"Seperti, menyiapkan tempat cuci tangan dan handsanitizer," imbuhnya.
Menurutnya, membuat Latte Art corona ini sangat mudah sekali.
"Sebelumnya, hanya melihat foto bentuk virus corona."
"Lalu, diterapkan di kopi dengan inovasi tambahan baru."
"Seperti, titik-titik di dekat simbol corona," ujarnya.
Airul menambahkan, satu gelas kopi Latte Art corona dijual dengan harga Rp 17 ribu.
Sementara itu, salah satu pengunjung kedai Nailul mengatakan, dirinya tertarik untuk mencicipi karena penasaran dengan menu yang dijual yaitu kopi Latte Art corona.
"Saya penasaran dengan bentuk corona di kopi, makanya datang ke kedai ini."
"Bahkan, saya juga ikut menyaksikan cara membuatnya," kata Nailul.
Nailul mengungkapkan, dari hasil keterangan barista, ide awal membuat itu karena ingin menyambut new normal.
"Mungkin bisa diartikan, bahwa barista ingin menuangkan inovasi sert harapan agar pandemi ini segera selesai dan ini sangat menarik sekali," ungkapnya.
Menurutnya, ia baru pertama kali datang ke kedai ini.
Lalu, harganya satu gelas kopi murah sekali.
"Sangat rekomended sekali kedai ini, cocok buat untuk tempat nongkrong."
"Suasananya dingin, kopinya enak, kita juga disuguhkan suasana alam yang begitu indah sekali seperti adanya sungai dan sawah," ujarnya. (Dro)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :