Berita Jawa Tengah

Mapolres Kebumen Gelar Simulasi Penanganan Ancaman Teror

Pagi-pagi, Mapolres Kebumen mendapatkan telepon gelap yang mengancam akan melakukan penyerangan.

Dokumentasi Polres Kebumen
Personel Polres Kebumen bersenjata lengkap menjaga pintu Mapolres menghadapi ancaman teror. Situasi tersebut merupakan skenario simulasi penanganan kontijensi menghadapi ancaman teror 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Pagi-pagi, Mapolres Kebumen mendapatkan telepon gelap yang mengancam akan melakukan penyerangan.

Telepon tersebut diterima langsung oleh piket SPKT Polres Kebumen sekira pukul 07.30 Wib, Sabtu (11/7/2020).

Pagi itu juga, Polres Kebumen langsung melakukan "Alarm Stelling" kepada seluruh personel tanpa terkecuali.

Pernyataan Resmi Nella Kharisma Soal Cak Malik Bukan Suaminya: Gak Eruh Tapi Kemeruh

Biodata Rizky Billar, Sosok Viral di Balik Pernikahan Dinda Hauw dan Rey Mbayang

Biodata Rey Mbayang Vokalis Band Adam, Sah Jadi Suami Dinda Hauw

Harga Kapulaga Tembus Rp 250 Ribu Per Kilogram, Petani Banjarnegara Mendulang Untung

Bahkan personel yang tidak berdinas dan sedang mengikuti acara keluarga harus dibatalkan dan segera bergegas ke kantor.

Tak sampai 15 menit seluruh personel berkumpul di Mapolres.

Pintu gerbang ditutup pukul 08.00 WIB oleh petugas jaga.

Masyarakat sedang berkunjung ke Mapolres tidak boleh keluar.

Seluruh barang bawaan dicek secara teliti oleh petugas jaga.

Saat itu seluruh senjata api, dikeluarkan semua dari gudang persenjataan.

Semua personel membekali diri dengan senjata api dikarenakan ribuan masa membawa bahan peledak tengah menuju ke Mapolres, sesuai telepon gelap itu.

Seluruh personel standby (berjaga) di tiap sudut Mapolres meminimalisir adanya tamu tak diundang.

Suasana makin mencekam.

Bahkan Kabag Ops Polres Kebumen Kompol Cipto Rahayu berteriak menggunakan pengeras suara.

"Lari, cepat lari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved