Berita Pati
PCNU Pati Kembali Gelar Rapid Test Gratis bagi Puluhan Santri
Pada Sabtu (4/7/2020) lalu, terselenggara rapid test gratis bagi 93 santri asal Pati yang akan berangkat ke Lirboyo, Kediri
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati kembali menggelar rapid test gratis bagi santri, Sabtu (11/7/2020). Kegiatan ini dilaksanakan di halaman kantor PCNU Pati.
Pada Sabtu (4/7/2020) lalu, terselenggara rapid test gratis bagi 93 santri asal Pati yang akan berangkat ke Lirboyo, Kediri.
Adapun kali ini, rapid test gratis diikuti 40 santri yang mayoritas berusia anak-anak. Kebanyakan mereka merupakan santri Pondok Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kudus.
Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim, mengatakan bahwa kegiatan rapid test gratis ini terlaksana atas inisiatif PCNU Pati Peduli Covid-19, berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati.
"Ini merupakan tindak lanjut dari rapid test tahap pertama yang telah kami lakukan. Ada permintaan lagi dari para santri agar kembali diadakan rapid test bagi yang membutuhkan. Akhirnya kami buka pendaftaran. Kami data lagi, ada 40 santri terdaftar," jelas dia.
KH Yusuf Hasyim menambahkan, mayoritas mereka merupakan santri tingkat awal di Yanbu' Kudus. Namun, ada pula sebagian yang merupakan santri pondok pesantren lokal Pati, di antaranya pondok yang berada di Bermi (Gembong), Cluwak, dan Waturoyo (Margoyoso).
Ia mengatakan, jika nantinya masih ada santri Pati yang membutuhkan rapid test gratis dan jumlahnya cukup banyak, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan Gugus Tugas untuk menyelenggarakan rapid test gratis tahap berikutnya.
"Tapi harapan kami mudah-mudahan semua sudah terlayani dengan baik," ucap dia.
KH Yusuf Hasyim mengungkapkan, saat ini, mayoritas pondok-pondok pesantren di Pati tengah mempersiapkan diri untuk diverifikasi Gugus Tugas Pati. Jika lolos verifikasi, mereka akan diberi izin untuk beroperasi kembali.
"Verifikasi pondok berjalan, sejauh ini baru enam yang sudah mendapat izin dari Gugus Tugas," ujar dia.
Sebagaimana disampaikan Muhammad Tohar Rusyadi, Kasubbag Bina Mental Spiritual pada Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, keenam pondok pesantren tersebut ialah Raudlatul Ulum (Guyangan, Trangkil), Raudlatul Falah (Bermi, Gembong), Maslakul Huda (Kajen, Margoyoso), Al-Hamidiyah (Bulumanis Kidul, Margoyoso), Yanbu’ul Qur’an (Sukoharjo, Wedarijaksa), dan Mansajul Ulum (Cebolek Kidul, Margoyoso).
Di luar keenam pondok tersebut, ungkap KH Yusuf Hasyim, rata-rata sudah mengajukan permohonan izin.
"Dan sebagian sudah kami edukasi. Tim PCNU Peduli Covid-19 bersama lembaga kesehatan dan RMI (Rabithah Maahid Islamiyah-red) turun ke pondok-pondok untuk mengedukasi terkait persiapan-persiapan, sarana-prasarana, agar ketika mereka mengajukan izin dan diverifikasi, mereka sudah siap," jelasnya.
Dalam rangka bersiap diri, lanjut dia, pondok-pondok pesantren juga banyak mendapat bantuan alat-alat untuk penerapan protokol kesehatan dari berbagai pihak.
"Kemarin ada bantuan 100 thermo gun dari Pemkab. Dari teman-teman DPRD juga ada donasi-donasi serupa. Akan kami distribusikan ke pondok-pondok yang membutuhkan," tandas KH Yusuf Hasyim. (Mazka Hauzan Naufal)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :