Berita Semarang
Game TPS Run Bawa Mahasiswa Udinus Semarang Juarai Lomba yang Diselenggarakan KPU
Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ciptakan game Tempat Pemungutan Suara (TPS) Run.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang ciptakan game Tempat Pemungutan Suara (TPS) Run.
Game tersebut, mampu merebut juara dalam ajang Lomba Cipta Aplikasi Peraga Game Kepemiluan yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia pada tahun 2020 ini.
Game dibuat langsung oleh tiga mahasiswa, mereka terdiri dari dua mahasiswa dari Udinus dan satu mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).
• Biodata Rizky Billar, Sosok Viral di Balik Pernikahan Dinda Hauw dan Rey Mbayang
• Biodata Para Pemain Sinetron Dari Jendela SMP, Mulai Wulan, Joko hingga Satria
• Satu Keluarga di Salatiga Positif Covid-19, Suami Kerja di Semarang Tulari Istri Ibu dan Bayi
• Jadwal MotoGP 2020 Bulan Juli, Valentino Rossi Gabung Tim Satelit Yamaha?
Mereka tergabung di dalam satu tim bernama Tim Pacman. Dua mahasiswa Udinus tersebut yakni Risal Fajar Amiyardi dari program Studi Teknik Informatika yang berperan sebagai programmer dan desain grafis. Sedangkan Ahmad Abdul Hadi berasal dari prodi Animasi Udinus berperan sebagai asset environment.
Sementara itu, rekan lainnya, Krisno Febriyanto mahasiswa Unnes berperan sebagai asset carakter dan sketsa intro game.
TPS Run merupakan game bergenre arcade infinity runner, para pemain hanya perlu menghindari rintangan sepanjang jalan dan menjawab pertanyaan yang muncul.
Game TPS Run memiliki grafik 2 Dimensi (2D), namun didesain agar memiliki penampilan seperti game 3D.
Risal Fajar Amiyardi ketua dari tim Pacman menjelaskan, pembuatan game TPS Run bertujuan mengajarkan kepada masyarakat untuk menghindari hoax dan adu domba, serta menambah wawasan kepemiluan.
Game yang diciptakan para juara menjadi milik KPU dan rencananya akan dipasang di websitenya.
“Kami membuat game TPS Run terinspirasi dari Subway Surfers dan menggunakan software Gdevelop 5,” jelas Risal kepada Tribun Jateng, Jumat (10/7/2020).
Dia menceritakan, awal mula dapat mengikuti lomba yang diadakan oleh KPU tersebut karena menemukan informasi terkait lomba cipta aplikasi dari media sosial.
Risal berharap melalui game TPS Run dapat menginspirasi para pengembang game untuk menciptakan game yang mampu mengedukasi masyarakat.
“Banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan dari lomba itu, mulai dari pembelajaran hingga berkenalan dengan para juara yang lain. Kami juga mendapat sertifikat dan uang tunai. Semoga game tersebut bisa mengedukasi masyarakat luas mengenai wawasan kepemiluan,” harapnya.
Ajang Lomba Cipta Aplikasi Peraga Game Kepemiluan yang diadakan oleh KPU Republik Indonesia, seharusnya diselenggarakan pada 26-27 Februari 2020 di Jakarta.
Namun karena pandemi Covid-19, diundur dan diselenggarakan kembali pada 23 Juni 2020 secara daring. (kan)
• Mila Sebut Faktor Ekonomi Masih Jadi Alasan Utama Perempuan Jadi TKW
• Seusai Nikah, Rey Mbayang Tanyakan Hal Ini ke Dinda Hauw Setelah Bangun Tidur
• Rektor UPGRIS Berharap Guru Bisa Berinovasi
• Akreditasi Sekolah di Jateng Tetap Dijalankan di Tengah Pandemi Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ketua-tim-pacman-risal-fajar-amiyardi-menunjukkan-aplikasi-game-tps-run-yan.jpg)