Berita Semarang

Ada Tempat Karaoke di Semarang Langgar Jam Operasional, Ini Langkah Disbudpar Kota Semarang

Sebuah tempat karaoke yang telah rekomendasi kembali beroperasi ditegur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah tempat karaoke yang telah rekomendasi kembali beroperasi ditegur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang karena melanggar jam operasional.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, jam operasional tempat hiburan selama masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) hingga pukul 22.00.

Namun, tempat karaoke tersebut beroperasi hingga pukul 01.00.

Selain melanggar jam operasinoal, tempat hiburan itu juga menyediakan pemandu karaoke.

Padahal, dalam aturan tidak diperbolehkan menyediakan pemandu karaoke. Bahkan, kewajiban memakai masker juga diabaikan.

"Padahal mereka sudah membuat surat pernyataan sanggup memenuhi persyaratan.

Ternyata, mereka menyediakan pemandu karaoke, tidak memakai masker, dan buka hingga pukul 01.00.

Akhirnya kami beri peringatan lisan," terang Iin, sapaan akrabnya, Jumat (10/7).

Iin mengatakan, pihak karaoke melanggar jam operasional dengan alasan jika para tamunya datang sudah larut malam.

Pengelola akhirnya beroperasi hingga pukul 01.00.

Namun, tegas Iin, apapun alasannya peraturan tetap harus dijalankan. Apalagi, jumlah penderita Covid-19 di Kota Semarang masih cukup tinggi.

"Mereka beralasan tamunya datang sudah malam. Kami sama-sama tahu ini PKM. Jumlah penderita Covid-19 di Kota Semarang masih meningkat. Sehingga, itu harus tetap ditaati apapun alasannya," tandasnya.

Sementara ini, Iin baru memberikan teguran lisan kepada pengelola tempat karaoke itu.

Pihaknya akan memantau agar tidak mengulangi pelanggaran. Apabila masih melanggar, Disbuspar akan melayangkan teguran tertulis. Jika tetap tidak diindahkan, penutupan menjadi jalan terakhir.

Mendapati kasus itu, Iin langsung mengumpulkan seluruh tempat hiburan dan pariwisata yang sudah mendapatkan rekomendasi untuk buka kembali agar tidak melakukan hal serupa.

Dia tidak ingin terjadi penularan Covid-19 di sektor pariwisata. Karena itu, dia mengharapkan peran serta pengelola pariwisata untuk turut memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dia meminta peran serta masyarakat untuk turut mengawasi tempat hiburan dsn pariwisata yang telah buka kembali. Apabila ada yang melanggar, segera laporkan ke Disbudpar agar bisa ditindaklanjuti. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved