Breaking News:

Berita Jateng

Jumlah Pengunjung Candi Borobudur & Prambanan Lebihi Kuota di Masa Ujicoba, Bakal Dinaikan Lagi

Uji coba operasional Candi Prambanan dimulai pada 1 Juli 2020, sementara untuk Candi Borobudur telah dilakukan jauh sebelumnya yakni pada 25 Juni 2020

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah difoto tingkatan stupa ke dua, saat dipenuhi wisatawan di musim liburan sekolah, Sabtu (10/3/2018).(KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA) 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan & Ratu Boko, Edy Setijono, mengatakan bahwa saat ini dua candi yang berada dalam naungannya telah dibuka.

Hal itu ia sampaikan kepada wartawan saat ditemui sesuai menyerahkan bantuan BUMN ke Gugus Tugas Covid-19 DIY, yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (13/7/2020).

Kedua candi tersebut adalah Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang dibuka dalam masa uji coba.

Soal Reklamasi Ancol Menempel Daratan, Ahok: Sekarang Reklamasi Pantai Jadi Boleh

Respons Patriark Theodore II Atas Masjid Hagia Sophia Turki: Menambah Duri Besar Lain 

Kota Solo Sudah Zona Hitam Virus Corona, Ini Arti Zona Hitam hingga Respons Ganjar

Daftar Harga HP Xiaomi Bulan Juli 2020: Mulai 8A Pro Hingga Xiaomi Mi Note 10

Ia menjelaskan bahwa uji coba operasional Candi Prambanan dimulai pada 1 Juli 2020, sementara untuk Candi Borobudur telah dilakukan jauh sebelumnya yakni pada 25 Juni 2020.

"Ada pembatasan kuota untuk masing-masing (candi) kuota kita 1.500 per hari. Hari Minggu kemarin ternyata animonya bagus tapi karena sekitar jam 14.00 mencapai kuota 1.500, kita tutup. Tidak ada penjualan tiket lagi," ungkapnya, Senin (13/7/2020).

Ia mengatakan bahwa selama masa uji coba pemberlakuan protokol kesehatan harus sangat ketat.

Edy mengatakan bahwa sebenarnya Borobudur memiliki kapasitas sebesar 11.000 pengunjung setiap harinya.

Pihaknya pun sebenarnya diizinkan menerima 50 persen pengunjung dari jumlah normal yakni 5.500 pengunjung.

"Tapi karena kita sangat hati-hati, kita hanya 10-15 persen. Nanti secara bertahap Minggu depan, setelah dua Minggu kita masuk masa uji coba yang kedua. Kita akan minta kuota dinaikan dari 1.500 menjadi 3.000 sehingga bertahap supaya kita kontrol masalah protokol kesehatan," imbuhnya.

Selama masa uji coba tersebut, wisatawan yang masuk dalam 1.500 orang tersebut tidak diberikan pembatasan waktu saat berada di dalam area candi.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved